Senin, 29 Oktober 2018 11:15

Perlintasan Sebidang Cisangkan Ditutup Permanen, ini Tanggapan Tukang Siomay

Reporter : Fery Bangkit 
PT KAI Daop II Bandung resmi menutup permanen perlintasan sebidang di Cisangkan, Padasuka, Kota Cimahi, Senin (29/10/2018).
PT KAI Daop II Bandung resmi menutup permanen perlintasan sebidang di Cisangkan, Padasuka, Kota Cimahi, Senin (29/10/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id. Cimahi - PT KAI Daop II Bandung resmi menutup permanen perlintasan sebidang di Cisangkan, Padasuka, Kota Cimahi, Senin (29/10/2018).

Penutupan perlintasan tak resmi itu berlandaskan pada Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 94 ayat (1) yang menyebutkan bahwa untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup. 

Baca Juga : Patuh UU, PT KAI Tetap akan Tutup Perlintasan Ilegal di Cigugur

Berdasarkan pantauan di lokasi, penutupan itu dimulai sekitar pukul 09.00 WIB. PT KAI Daop II Bandung mengerahkan alat berat untuk mengeruk sela-sela rel agar tak bisa dilintasi pengendara motor. Selain itu, petugas dari PT KAI Daop II Bandung juga melakukan penambahan pagar pembatas.

Sebagai pengamanan, dilibatkan juga petugas kepolisian, unsur TNI serta Satpol PP Kota Cimahi. Penutupan itupun disaksikan ratusan warga Padasuka dan Setiamanah.

Baca Juga : Soal Penutupan Perlintasan Ilegal di Cigugur Tengah, Dishub Kota Cimahi: Tiba-tiba Ditutup, gak ada Koordinasi

Siti Maesaroh (40), warga Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi menuturkan, perlintasan sebidang itu biasanya menjadi akses utamanya untuk pergi berjualan.

"Biasanya dorong gerobak lewat sini. Tapi karena sudah aturan, iya ikut aja," tuturnya saat ditemui di lokasi.

Baca Juga : Titik!Perlintasan Ilegal di Cisangkan Ditutup Mulai Senin

Sebagai akses pengganti, alternatif terdekat ialah menggunakan flyover Padasuka yang barus saja diresmikan pekan lalu. Namun, dengan penutupan ini, gerobak yang biasa ia dorong bersama suaminya akan dititipkan di lokasi jualan.

"Kan jauh, harus muter. Jadi gerobaknya dititip, siomaynya dibawa pake motor," ucapnya.

Kepala PT KAI Daop II Bandung, Saridal menegaskan, penutupan ini akan berlaku permanen. Sebab, dari perjanjian beberapa tahun lalu, ketika flyover Padasuka sudah difungsikan, maka perlintasan tak resmi itu harus ditutup permanen.

"Sosialisasi sudah kita lakukan, baik lewat spanduk. Hari ini penutupannya secara permanen. Kalau gak permanen namanya gak ditutup," tegas Saridal.

Baca Lainnya