Senin, 25 November 2019 11:17

Peringati Hari Guru, Wali Kota Cimahi:Guru Jangan Monoton!

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna Dan Ibu Luciani Priatna Saat peringatan Hari Guru Nasional Senin (25112019) di Kompleks Pemkot Cimahi
Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna Dan Ibu Luciani Priatna Saat peringatan Hari Guru Nasional Senin (25112019) di Kompleks Pemkot Cimahi [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna meminta guru tidak monoton dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Guru diharuskan melakukan penyesuaian dengan perkembangan zaman. Hal itu disampaikan Ajay dihadapan ribuan guru dalam peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada Senin (25/11/2019) di Kompleks Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah.

Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna Saat peringatan Hari Guru Nasional di Kompleks Pemkot Cimahi Senin (25112019)

"Pertama saya ucapkan selamat untuk semua guru. Kedua, laksanakan tugas mendidik siswa sebaik mungkin. Tapi mesti berkembang, jangan monoton karena pola pendidikan mesti lebih modern," ujar Ajay saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan D. Hardjakusumah, Senin (25/11/2019).

Ajay mengingatkan agar guru zaman sekarang tidak menerapkan pola pendidikan yang memberikan hukuman pada siswa saat salah. "Tadi saya ingatkan, jangan lagi menghukum siswa saat salah atau mempermalukan, bisa menurunkan kepercayaan diri mereka. Lebih baik motivasi saat mereka sedang down, berikan penghargaan," katanya.

Saat ada tuntutan meningkatkan kualitas pendidikan, Ajay mengaku mesti diikuti juga dengan peningkatan kualitas SDM guru, khususnya yang ada di Kota Cimahi. "Salah satu amanat pendidikan itu kan mesti terus bergerak maju, kualitas pendidikan ditingkatkan pun dengan kualitas SDM dan fasilitas yang juga mesti ditingkatkan. Sedikit-sedikit kita lakukan dari sekarang," tuturnya.

Soal kesejahteraan guru terutama guru honorer, menurutnya ada aturan yang mengikat secara general. Sehingga pihaknya belum bisa memberikan kesejahteraan yang laik bagi guru honorer. "Itu kan mesti ada pembicaraan lebih lanjut karena berkaitan anggaran. Tapi kami akui belum bisa memberikan sesuatu yang laik bagi guru honorer," tandasnya.

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer