Rabu, 19 Desember 2018 18:38

Periksa Kelaikan, Petugas Gabungan Temukan Bus Umum yang Abai Keselamatan

Reporter : Fery Bangkit 
Penggunaan ban vulkanisir masih ditemukan saat petugas gabungan melakukan inspeksi kelaikan atau ramp chek terhadap sejumlah bus di Kota Cimahi, Rabu (19/12/2018).
Penggunaan ban vulkanisir masih ditemukan saat petugas gabungan melakukan inspeksi kelaikan atau ramp chek terhadap sejumlah bus di Kota Cimahi, Rabu (19/12/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Penggunaan ban vulkanisir masih ditemukan saat petugas gabungan melakukan inspeksi kelaikan atau ramp chek terhadap sejumlah bus di Kota Cimahi, Rabu (19/12/2018).

Dalam ramp chek khusus jelang Natal dan Tahun Baru (Naturu) ini, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Cimahi bersama Satlantas Polres Cimahi, Kodim 0609, Subdenpom serta Subgarnisun Kota Cimahi memeriksa sekitar 10 bus umum.

Baca Juga : Penumpang Bus Budiman di Cimahi Dipaksa Keluar, ada apa nih?

Kepala Seksi Angkutan pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang mengatakan, dari sekitar 10 bus umum yang diperika kelaikannya, masalahnya rata-rata sama. Yakni masih adanya bus yang menggunakan ban vulkanisir. Kemudian, ada pula tabung APAR yang sudah kadaluwarsa.

"Ada lampu mundur bus yang tidak berfungsi dan juga ada bus yang tidak seharusnya menaikan dan menurunkan penumpang di Kota Cimahi (bus bukan trayek Cimahi)," kata Ranto.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Tim Gabungan Periksa Bus Umum dan Bus Khusus Mudik Gratis di Cimahi

Dari hasil pengecekan itu, pihaknya memberikan sanksi tilang terhadap dua unit bus. Pasalnya, setelah diperiksa surat kendaraannya, sudah melewati masa uji berkala kendaraan atau uji KIR. Kemudian, satu unit bus harus diganti ban cadangan karena sudah membahayakan.

"Dan sisanya berupa teguran langsung untuk memperbaiki hasil temuan dari penguji kendaraan," tegas Ranto.

Ranto menjelaskan, pemeriksaan angkutan umum bus ini dilakukan untuk memastikan bahwa bus tersebut laik digunakan. Khususnya saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

"Sehingga akan tercipta keselamatan dalam bertransportasi," tandasnya.

Kemudian, dihari yang sama, petugas gabungan juga melakukan penertiban kendaraan yang kedapatan parkir di tempat terlarang. Sebagai himbauan, petugas melakukan penempelan stiker di kendaraan sebagai tanda pengingat agar tak parkir liar.

"Ini dilakukan agar pengguna kendaraan bisa disiplin untuk memarkirkan kendaraannya," ujar Kanit Dikyasa Satlantas Polres Cimahi, Ipda Deden.

Kemudian, kejadian miris juga ditemukan dalam penertiban parkir liar itu. Dimana petugas menemukan sopir angkot berusia 16 tahun bernama Ahmad. Saat itu, remaja asal Padalarang, Kabupaten Bandung Barat tengah beristirahat dan memarkirkan kendaraannya di area terlarang.

Kemudian, Ahmad diminta untuk menujukan surat-surat berkendaranya. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata yang bersangkutan hanya bisa menujukan surat tilang yang sudah lama, sehingga angkot itu disita petugas.

Deden mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya pemilik angkot yang mempekerjakan anak di bawah umur. Selain belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tentu sanga membahayakan.

"Kita akan memberikan peringatan keras kepada pemilik angkot," tandasnya.

Baca Lainnya