Cimahi - Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kota Cimahi didominasi perempuan. Dari total 1.281 orang yang terkonfirmasi positif, sebanyak 729 orang di antaranya perempuan. Sementara laki-laki ada 552 orang.
"Iya memang datanya perempuan paling banyak kasusnya. Belum tau kenapa," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, saat ditemui, Senin, (7/12/2020).
Dari total kasus tersebut, sebanyak 431 orang tercatat masih positif terpapar COVID-19 atau virus korona. Ada 368 orang yang menjalani isolasi mandiri dan 63 orang menjalani perawatan di rumah sakit.
"Kalau yang sembuh itu sudah 816 orang, yang meninggal 34 orang," ujar Rini, sapaan Chanifah.
Dari sisi usia, COVID-19 jelas tak memandang umur. Sebab dari data yang dihimpun, dari usia balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga lanjut usia di Kota Cimahi sudah ada yang positif terpapar COVID-19.
Per hari ini, ada 38 balita atau dibawah 5 tahun yang terkonfirmasi positif. Kemudian usia 6-19 tahun ada 174 orang, usia 20-29 tahun ada 233 orang, usia 30-39 tahun ada 202 orang, usia 40-49 ada 240 orang, usia 50-59 ada 244 orang, usia 60-69 ada 109 orang, usia 70-79 ada 40 orang dan usia 80 ke atas ada 1 orang.
Dengan kondisi tersebut, Rini mengingatkan bahwa COVID-19 itu nyata dan hingga saat ini belum terkendali. Bahkan selalu ada penambahan kasus setiap harinya.
Untuk itu, selama vaksin belum ada, masyarakat diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dari mulai disiplin mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menjaga imun tubuh.
"Sekarang kan mobilitas masyarakat sangat tinggi, sementara vaksin belum ada. Ya vaksin sementara tetap dengan protokol kesehatan untuk pencegahannya," imbuh Rini.
Dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan, kata Rini, akan meringankan beban para tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan merawat para pasien COVID-19. Selain itu, kapasitas ruang perawatan semakin menipis.
"Tapi alhamdulillah tenaga kesehatan di kita tetap fight. Untuk ruang isolasi kita sedang meencari alternatif tambahan, kerja sama dengan Pemprov Jabar," pungkasnya.