Selasa, 4 Mei 2021 0:16

Penyekatan Pemudik Akan Diberlakukan di Kota Cimahi

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin
Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi Ngatiyana (tengah) memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPKM Mikro Tahap Enam di Kota Cimahi, di Aula Gedung A Komplek Perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, pada Senin (03/05).
Pelaksana Tugas (Plt.) Wali Kota Cimahi Ngatiyana (tengah) memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPKM Mikro Tahap Enam di Kota Cimahi, di Aula Gedung A Komplek Perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi, pada Senin (03/05). [humas]

Limawaktu.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi akan memberlakukan penyekatan terhadap warga Kota Cimahi yang akan mudik keluar kota dan pendatang dari luar yang hendak masuk ke Kota Cimahi selama tanggal 6 - 17 Mei 2021.

Pelaksana Tugas (Plt.) Walikota Cimahi Ngatiyana mengatakan, penyekatan ini dilakukan dalam rangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro tahap ketujuh di Kota Cimahi, yang akan dimulai pada 4 Mei dan berakhir 17 Mei 2021.

“Hal ini sesuai dengan keputusan dari Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mengenai perpanjangan ketujuh PPKM berbasis mikro,” katanya, usai memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan PPKM Mikro Tahap Enam di Kota Cimahi, di Aula Gedung A Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Senin (3/5/2021).

Ngatiyana menjelaskan, pihaknya bersama Forkopimda dan Polres Cimahi telah mengadakan koordinasi rencana penyekatan-penyekatan di Cimahi, termasuk pos penyekatan yang disiagakan di setiap titik masuk dan keluar kota Cimahi. Penyekatan akan dilakukan secara ketat oleh TNI, kepolisian, Satpol PP, Dishub dan unsur lainnya.

Pemudik yang memasuki Kota Cimahi dan tidak memenuhi persyaratan harus memilih satu di antara dua pilihan, yaitu memutar balik ke daerah asal atau menjalani karantina selama 5 hari dengan biaya sendiri.

“Kita akan siapkan dan koordinasi dengan Hotel Cimahi untuk penyekatan dan karantina. Juga kita akan koordinasi dengan unsur mes-mes TNI yang bisa kita gunakan karena itu bukan untuk orang positif COVID-19, tetapi untuk orang sehat yang melanggar aturan mudik,” tegasnya.

Di akhir rapat, Ngatiyana menekankan bahwa kebijakan ini dilakukan bukan karena pihaknya benci dengan masyarakat, melainkan semata-mata demi kebaikan dan keselamatan masyarakat Kota Cimahi sendiri. Masyarakat harus ingat dengan tsunami COVID-19 di India di mana terjadi lonjakan angka positif hingga 324 ribu kasus.

Baca Lainnya

Topik Populer