Rabu, 19 September 2018 17:10

Penjelasan BPJS Cabang Cimahi Penunggakan Pembayaran ke Rumah Sakit Cimahi-KBB

Reporter : Fery Bangkit 
Pelayanan di BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Jalan Sangkuriang Kota Cimahi, Rabu (19/9/2018).
Pelayanan di BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Jalan Sangkuriang Kota Cimahi, Rabu (19/9/2018). [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Cimahi membenarkan klaim pembayaran terhadap mitra mengalami kemacetan.

BPJS Cabang Cimahi sendiri bermitra dengan 12 rumah sakit dan semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskemas) di Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Yudha Indrajaya menjelaskan, penunggakan pembayaran kepada rumah sakit dan Puskemas terjadi di seluruh cabang BPJS Kesehatan. Namun, ia enggan merinci alasannya karena itu menjadi kewenangan BPJS Kesehatan pusat.

"Saya rasa pihak rumah sakit sudah mengerti dengan kendala yang ada saat ini. Keterlambatan terjadi secara nasional. Kami tidak mengetahui percis hal ini bisa terjadi," jelas Yudha saat ditemui di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Cimahi, Jalan Sangkuriang, Kota Cimahi, Rabu (19/9/2018).

Rata-rata, beber Yudha, pembayaran yang harus dikeluarkan dari kas BPJS Kesehatan untuk 12 rumah sakit dan Puskemas serta fasilitas kesehatan lainnya di Cimahi-KBB mencapai Rp 100 miliar per bulan.
"Rata-rata pembayaran perbulan kepada RS (rumah sakit) sekitar Rp 80 miliar. Jika ditotal pembayaran bersama Puskesmas dan faskes (fasilitas kesehatan) lainnya maka dalam sebulan kurang lebih Rp 100 miliar," ungkapnya.

Meski tak bisa merinci alasan utama penunggakan, menurut Yudha salah satu alasannya adalah kurangnya pembayaran iuran dari peserta BPJS Kesehatan, khususnya peserta mandiri.

Jika dipersentasikan, jumlah total keseluruhan peserta BPJS Kesehatan Cabang Cimahi mencapai 75% dari total jumlah penduduk sekitar 2,2 juta di Cimahi dan KBB. Pihaknya berharap agar warga yang belum ter-cover layanan kesehatan untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan.

"Jangan kalau udah sakit baru masuk BPJS dan kalau sudah sehat nggak membayar iuran lagi. Dan itu yang terjadi saat ini, tunggakan dari peserta," bebernya.

Selain itu, lanjut Yudha, mungkin saja macetnya klaim pembayaran terhadap rumah sakit dan Puskemas serta layanan kesehatan lainnya dikarenakan belum lengkapnya administrasi.

Baca Lainnya