Limawaktu.id, CIREBON — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan sektor budaya dan pariwisata berbasis kearifan lokal. Salah satu langkah yang kini menjadi fokus adalah revitalisasi kawasan keraton di Kota Cirebon sebagai pusat sejarah dan kebudayaan di wilayah Pantura Jawa Barat.
Program tersebut mencakup penataan dan revitalisasi empat keraton di Cirebon, yakni Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, dan Kaprabonan. Penataan dilakukan untuk menjaga nilai historis kawasan sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya di Jawa Barat.
Menurut Dedi Mulyadi, kawasan keraton memiliki nilai sejarah besar yang harus dirawat secara berkelanjutan agar tetap menjadi identitas budaya masyarakat Sunda dan Cirebon.
“Keraton bukan hanya bangunan bersejarah, tetapi simbol perjalanan peradaban dan kebudayaan masyarakat Jawa Barat yang harus dijaga bersama,” ujar Dedi Mulyadi dalam keterangannya.
Selain revitalisasi keraton, pemerintah juga mendorong pembangunan kawasan budaya terpadu bertajuk “Pelataran Caruban”. Kawasan tersebut dirancang menjadi ruang publik budaya yang terintegrasi dengan jalur wisata sejarah dan kegiatan seni tradisional masyarakat Cirebon.
Langkah itu merupakan tindak lanjut dari rangkaian Kirab Mahkota Binokasih dan berbagai agenda budaya yang sebelumnya digelar di Jawa Barat. Penataan fasilitas seni dan budaya dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat identitas daerah.
Pengembangan kawasan heritage juga diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kota Cirebon. Dengan revitalisasi tersebut, kawasan keraton diproyeksikan menjadi pusat edukasi sejarah, budaya, serta destinasi wisata unggulan di Jawa Barat.
Sejumlah seniman dan budayawan menyambut positif rencana tersebut. Mereka menilai perhatian terhadap pelestarian budaya menjadi langkah strategis dalam menjaga warisan leluhur di tengah perkembangan modernisasi.
Program revitalisasi budaya di Jawa Barat saat ini terus diarahkan pada penguatan ekosistem seni, pelestarian tradisi, hingga pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan heritage agar ikut merasakan dampak ekonomi dari sektor pariwisata budaya.