Kamis, 18 April 2019 12:20

Pemkot Cimahi Tunggu Kebijakan Presiden Terpilih Soal Perubahan SOTK

Reporter : Fery Bangkit 
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Saat Akan Memasukan Kertas Suara Ke Dalam Kotak Suara
Wakil Wali Kota Cimahi, Ngatiyana Saat Akan Memasukan Kertas Suara Ke Dalam Kotak Suara [ferybangkit]

Limawaktu.id - Hasil resmi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sangat dinantikan semua pihak. Termasuk di tubuh Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi

Sebab, biasanya kerap ada kebijakan-kebijakan baru yang turun dari seorang pemimpin. Salah satunya soal kebijakan Satuan Organisasi Tata Kerja (SOTK).

Baca Juga : Beli Motor dan Gerobak Sampah, Pemkot Cimahi Kucurkan 'Duit' Hingga Rp 2 M Lebih

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Tata Wikanta mengatakan, pihaknya bakal mengikuti apapun kebijakan yang dibuat presiden terpilih soal SOTK.  

"Kita lihat perkembangannya, kebijakannya seperti apa terkait kelembagaan pemerintah. Kita ikuti saja," kata Tata saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (18/4/2019).

Baca Juga : Silaturahim Ala Pemkot Cimahi Bersama Para Milenial

Pada masa kepemimpinan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, kebijakan terakhir soal SOTK di Pemkot Cimahi dilakukan awal 2017. Perubahan SOTK saat itu dilakukan setelah diterbitkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sejauh ini, ujar Tata, SOTK yang diubah dua tahun lalu cukup berjalan baik berdasarkan hasil analisis kebutuhan Pemkot Cimahi. Namun, kata dia, ke depan akan ada peningkatan status untuk Kantor Kesatuan Bangsa (Kesbang) menjadi Badan Kesbang Kota Cimahi.

Baca Juga : Buka Lowongan Ditengah Pemilu, Jabatan Sekda Cimahi Masih Sepi Pelamar

"Baru Kesbang aja ditingkatkan statusnya jadi badan," ucapnya.

Meski belum tentu ada aturan perubahan baru lagi, lanjut Tata, tapi tetap saja kebijakan dari presiden baru ini tetap ditunggu pihaknya. "Kita lihat hasilnya dulu siapa yang melanjutkan. Karena mungkin inkuben (Jokowi) juga kebijakan ke depan mungkin ada perubahan, apalagi mungkin kalau penggantinya yang lain (Prabowo). Kita lihat perkembangan saja," ujarnya.

Berdasarkan hasil perhitungan cepat sejumlah lembara survey, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin menang dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

Baca Lainnya