Jumat, 30 April 2021 16:45

Pemkot Cimahi Larang Tegas Masyarakat Mudik Lebaran Tahun Ini

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin

Limawaktu.id - Untuk mencegah penularan virus corona lintas kabupaten, kota dan provinsi, pemerintah Kota Cimahi secara tegas melarang pelaksanaan tradisi mudik Lebaran bagi seluruh warga Kota Cimahi pada 6-17 Mei 2021 mendatang.

Pelarangan itu disampaikan secara langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cimahi Ngatiyana dalam acara jumpa pers yang diadakan di Aula Gedung A Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi, Kamis (29/4/2021).

“Perlu kami tekankan bahwa warga yang nekat mudik akan diminta menjalani karantina selama lima hari,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah setempat tidak akan menanggung biaya karantina atau isolasi. Itu berarti seluruh biaya yang dibutuhkan untuk karantina mulai dari sewa penginapan, hotel, kos hingga makan ditanggung sendiri oleh pelanggar.

“Kami juga akan menindak tegas ASN (Aparatur Sipil Negara, red) yang tidak mematuhi Larangan mudik, dengan memberikan sanksi berat sesuai tingkat kesalahannya” tambahnya.

Meski demikian, Ngatiyana mengatakan ada kelonggaran bagi mereka yang memiliki keperluan mendesak di luar mudik, seperti perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit atau duka, dan kepentingan persalinan ibu hamil. Syaratnya, mengantongi surat jalan atau Surat Ijin Keluar Masuk (SIKM) dari kelurahan atau desa setempat.

“Dengan berat hati kami harus meminta pada masyarakat Kota Cimahi untuk menahan rasa rindu terhadap kampung halamannya. Larangan mudik bukan kemauan Pemerintah Kota Cimahi, tapi dari instruksi pusat dan ini untuk kepentingan bersama,” tutup Ngatiyana.

Di sisi lain, Kepala Diskominfoarpus Kota Cimahi Mochammad Ronny yang mendampingi Ngatiyana dalam jumpa pers tersebut mengatakan, teknis pelaksanaan larangan mudik ini sudah dikoordinasikan dengan Polres Cimahi. Menurutnya, ledakan tsunami corona bisa saja terjadi akibat dampak dari mobilitas warga dari satu wilayah ke wilayah lain.

“Cimahi bertahan terus di zona oranye, padahal sebelumnya sempat (zona) kuning. Apakah mau terus dibiarkan? Makanya pemerintah harus hadir di tengah masyarakat agar pandemi ini cepat berakhir,” katanya saat diwawancara seusai acara.

Menurut Ronny jika mudik dilarang maka jumlah orang yang berangkat akan sedikit dan otomatis tidak ada arus balik. Ini berarti, angka pemeriksaan COVID-19 untuk mereka yang nekat mudik bisa ditekan.

“Tinggal sekarang pada saat mudik (pelarangan mudik, red) nah ini harus ketat,” katanya.

Baca Lainnya

Topik Populer