Selasa, 5 Juni 2018 14:06

Pemkot Cimahi Hanya Ambil Tiga Jatah Komoditi untuk OPM

Reporter : Fery Bangkit 
OPM di Kecamatan Cimahi Tengah, Jln. Terusan, Selasa (5/6/2018).
OPM di Kecamatan Cimahi Tengah, Jln. Terusan, Selasa (5/6/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan anggaran hingga Rp 20 miliar untuk gelaran Operasi Pasar Murah (opm) bulan Ramadan 2018.

Kepala Bidang Industri Logam Mesin dan Telematika pada Dinas Industri dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Dedi Djunaedi mengatakan, anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi jawa Barat tahun 2018 itu akan digunakan untuk kegiatan OPM di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Baca Juga : OPM Sembako akan Digelar di Cimahi, nih Jadwalnya!

"Rp 20 miliar itu dibagi untuk 27 kabupaten/kota di Jabar, alokasi belanja subsidi (OPM)," katanya saat menghadiri OPM di Kecamatan Cimahi Tengah, Jln. Terusan, Selasa (5/6/2018).

Dikatakannya, pada OPM ramadan kali ini, pihaknya hanya mensubsidi lima kebutuhan pokok. Yakni beras premium, gula kristal, minyak goreng, telur ayam negeri dan daging ayam boiler.

Baca Juga : Gelar OPM Sembako Saat Ramadan, Pemkot Cimahi sediakan 5 Ribu Kupon

Sebab mendapat subsidi dari Pemprov Jawa Barat, harga beras premium hanya dijual Rp6.500/kilogram, harga gula putih hanya Rp7.000/kilogram, minya goreng Rp6.000/liter, daging ayam negeri Rp17.000/kilogram dan telur ayam negeri Rp13.000/kilogram.

"Penetapan besaran subsidi berdasarkan hasil kajian," ucapnya.

Baca Juga : Dibuka Wali Kota, OPM Spesial Ramadan di Cimahi Resmi Dimulai

Dikatakannya, dari komiditas yang disiapkan Pemprov Jawa Barat, Kota Cimahi hanya mengajukan tiga komiditi saja. Di antaranya beras premium, gula kristal dan minyak goreng.

Agus Irwan, Kepala Seksi Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi mengakui, pihaknya memang hanya mengambil tiga kebutuhan pokok saja untuk OPM kali ini.

Dijelaskannya, pihaknya belajar dari tahun sebelumnya untuk kasus OPM ini. Untuk telur, yang dikhawatirkan pecah seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Daging harus punya tempat penyimpanan. Kalau mau harus punya tempat penyimpanan," jelas Agus.

Baca Lainnya