Rabu, 19 September 2018 17:21

Pemkot Cimahi Belum Punya Jurus Jitu Kembangkan Wisata

Reporter : Fery Bangkit 
Pembukaan Sadar Wisata dan Sapta Pesona Kota Cimahi di Area Techopark CImahi, Jalan Raya Baros, Rabu (19/9/2018).
Pembukaan Sadar Wisata dan Sapta Pesona Kota Cimahi di Area Techopark CImahi, Jalan Raya Baros, Rabu (19/9/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Sebagai kota kecil di Jawa Barat, Kota Cimahi harus bekerja keras menjual potensi pariwisatanya.

Sudah lama Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi menggaungkan beberapa potensi wisatanya. Tapi hingga kini belum ada yang menonjol.

Di antaranya kawasan wisata Kampung Adat Cireundeu, keberadaan bangunan Heritage, dan wisata militer.

Untuk mengembangkan kawasan wisata tersebut, Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna, meminta masyarakat berperan aktif menyosialisasikan keberadaan tempat wisata di Cimahi dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

"Masyarakat harus mengerti akan peran dan tuntutan untuk bisa mengembangkan kawasan wisata di daerahnya. Mereka bertanggung jawab menjadi penerima tamu dan tour guide bagi wisatawan yang berkunjung, dan disitu pentingnya hadir kelompok sadar wisata," ujar Ajay saat ditemui di Gedung Cimahi Technopark, Rabu (19/9).

Pemerintah belakangan ini sedang gencar-gencarnya menyiapkan wisata heritage dan wisata militer, namun proses perizinan dengan pihak TNI masih ditempuh dan belum bisa rampung dalam waktu dekat.

"Untuk konsepnya sendiri, sampai sekarang masih dipikirkan, akan seperti apa kemasannya. Komunikasi dengan pihak TNI terus dilaksanakan, prosesnya agak panjang juga," tuturnya.

Saat disinggung mengenai banyaknya bangunan heritage di Cimahi yang telah berubah bentuk secara total, Ajay mengaku agak sulit melakukan pengawasan dan pelarangan renovasi.

Pemerintah juga akan menggandeng siswa-siswa sekolah yang diharapkan bisa membantu promosi wisata di Cimahi, mengingat peran media sosial yang erat dengan anak muda memiliki efektivitas yang sangat baik sebagai media promosi.

Terkait fasilitas penunjang dan akses menuju kawasan wisata yang masih belum memadai, Ajay sudah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan inventarisir.

"Kita invetarisir dulu, jalan mana yang perlu diperbaiki, fasilitas apa saja yang perlu ditambah, jadi bisa diakomodir. Mudah-mudahan 2019 sudah bisa dipenuhi semuanya," tandasnya.

Kepala bidang Pemasaran Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Iwan Darmawan, juga meminta agar masyarakat mampu melayani dengan baik wisatawan yang datang ke Cimahi.

"Idealnya memang seperti itu, masyarakat harus sadar kalau wisata itu bisa menghasilkan. Kemasannya harus bagus, culture, economic, dan digital, itu yang penting," katanya.

Menurutnya, setiap kelurahan di Cimahi juga harus mampu menjual dirinya sendiri dengan kekhasan lokal. "Setiap kelurahan punya kekhasannya masing-masing, misalnya kelurahan Cipageran itu punya gamelan Bah Omo, atau potensi lainnya," tandasnya.

Baca Lainnya