Selasa, 12 Januari 2021 12:13

Pemkot Cimahi Bangun Posko PPKM

Reporter : Bubun Munawar
plt wali kota cimahi memimpin rapat koordinasi ppkm di kota cimahi
plt wali kota cimahi memimpin rapat koordinasi ppkm di kota cimahi [net]

Cimahi,- Pemerintah Kota Cimahi membangun Posko Satgas Covid-19 untuk memantau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), menyusul Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 01 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

Untuk Provinsi Jawa Barat sendiri, penjabaran teknis dari Instruksi Mendagri tersebut telah diatur dalam Surat Edaran Gubernur Nomor: 72/KS.13/HUKHAM tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam Penanganan Corona Viruses Diseases 2019 (COVID-19) di Jawa Barat.

Menurut Plt Wali Kota Cimahi Ngatiyana, pada hari pertama pemberlakuan PPKM di Kota cimahi, dilakukan Sosialisasi yang berlangsung selama tiga hari.

"Untuk tahap awal pelakanaan PPKM ini, Pemkot Cimahi memulainya dengan proses sosialisasi terlebih dahulu kepada seluruh masyarakat Cimahi. Kemarin, sudah dilaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, woro-woro sampai hari ketiga nanti. Setelah hari ketiga, nanti setelah masyarakat sudah memahami dan mengetahui apabila ada pelanggaran yang dilakukan, pada pelaksanaannya nanti akan ada sanksi, berupa sanksi sosial,” ujarnya, Selasa (12/11).

Dikatakan Ngatiyana, Pemkot Cimahi tengah membangun beberapa Posko Satgas Covid-19. Posko ini dibagi menjadi dua kategori, yaitu posko statis dan mobile. Untuk posko statis terdapat di satu titik yaitu di Alun-Alun Kota Cimahi sedangkan untuk posko mobile ditempatkan di ketiga kantor kecamatan yang ada di Kota Cimahi.

"Pembangunan Posko tersebut untuk memudahkan pemantauan dan koordinasi soal penanganan Covid-19 di Cimahi," katanya.

Tak hanya itu, kata Ngatiyana, Pemerintah Kota Cimahi akan segera membangun beberapa tempat pemakaman baru khusus Covid-19 di Lebak saat Cipageran, kapasitas pemakaman baru khusus covid ini salah satunya Sekitar 270 makam. Menurut Ngatiyana  pembangunan pemakaman baru ini sangat mendesak karena tempat pemakaman covid-19 di pemakaman Cipageran sudah penuh dan  tinggal tersisa 15.

"Jika tidak segera di lakukan pembuatan pemakaman baru dikhawatirkan dalam seminggu  kedepan akan penuh. Hari ini dilakukan sosialisasi tentang pemakaman Covid-19 di Lebaksaat," pungkasnya.  

Baca Lainnya

Topik Populer