Rabu, 14 Februari 2018 17:54

Pemerintah Kota Cimahi menargetkan flyover Padasuka bisa digunakan sebelum Hari Raya Idul Fitri atau sekitar bulan Mei

Reporter : Fery Bangkit 
Pembangunan Flyover Padasuka Cimahi.
Pembangunan Flyover Padasuka Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kota cimahi Ainul Yakin mengungkapkan, pada pertengahan Maret 2017, untuk lanjutan pembangunan flyover padasuka sudah memasuki tahap lelang.

"Sisa pembangunan yang harus dibereskan sekitar 20 persen lagi. Diperkirakan satu bulan beres," ungkap Ainul, di ruang kerjanya, di Komplek Perkantoran Pemkot Cimahi, Rabu (14/2/2018).

Setelah selesai tahap lelang, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi kembali secara tertulis untuk memohon izin melanjutkan pembangunan kepada pihak KAI. Menurut Ainul, pengerjaan lanjutan akan difokuskan pada pengerjaan utama yang belum terselesaikan

"Untuk yang sifatnya asesoris itu sifatnya tentatif. Yang penting sisa pekerjaan yang 20 persen kita selesaikan dan jembatan tersebut bisa berpungsi sebelum lebaran," ujarnya.

Dijelaskan Ainul, pengerjaan yang akan dilanjutkan seperti, pengecoran lantai, pagar, Penerangan Jalan Umum (PJU) dan tembok penahan tanah (TPT). Sementara untuk anggaran yang dibutuhkan, Ainul menyebutkan, anggaran yang diperlukan sekitar Rp 3 miliar atau tidak menambah pagu dari kontrak awal yang berjumlah Rp 17 miliar.

"Yang sudah terserap sebanyak kurang lebih Rp 14 miliar sesuai dengan progres pekerjaannya," jelas Ainul.

Ainul meunturkan, jika ada biaya tambahan, kemungkinan hanya untuk pengerjaan yang sifatnya asesoris. Sehingga jika pengerjaanya ditunda, itu tidak berpengaruh kepada fungsi jalan.

"Kalau asesoris kan sifatnya hanya estetika. Dan itu bisa dikesampingkan terlebih dahulu," tuturnya.

Untuk kekuatan jalan, Ainul memaparkan, kekuatan beban kendaraan yang bisa lewat seberat 15 ton. Namun karena jalan tersebut terdapat di pemukiman warga, maka pihaknya akan memberlakukan pembatasan tonase kendaraan.

"Kalau angkutan barang, dulu kita sempat komitmen dengan warga setempat kendaraan besar tidak boleh masuk," paparnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, karena pembuatan flyover dengan lebar 9 meter yang terbagi untuk badan jalan 7 meter dan bahu jalan masing masing 1 meter serta mempunyai panjang sekitar 67 meter ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di jalan utama atau jalan Amir Machmud, maka Ainul menyarankan agar kendaraan pribadi dari arah Padalarang yang mau masuk kearah selatan bisa lewat flyover tersebut.

"Yang dari arah selatan seperti nanjung atau baros tujuan Padalarang bisa lewat situ juga," ucapnya.

Ainul mengaku, untuk menjaga keawetan jalan tersebut, pihaknya berkomitmen dengan dinas perhubungan untuk melakukan pembatasan kendaraan yang bisa lewat jalur tersebut.

"Kalau sudah selesai pembatasan-pembatasan kendaraan yang bisa lewat akan diatur oleh dishub. Mereka (dishub) juga yang akan memasang rambu-rambu dijalur tersebut," pungkasnya.

Baca Lainnya