Pembangunan Lapang Krida Utama masih belum terlaksana.
Pembangunan Lapang Krida Utama masih belum terlaksana. [Istimewa]
News

Pembangunan Lapang Krida Utama Mangkrak 9 Tahun

Limawaktu.id, Kota Cimahi – Masayarakat Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi mendesak Pemkot Cimahi untuk segera menuntaskan pembangunan Lapang Krida Utama yang saat ini dalam kondisi mangkrak selama Sembilan tahun.

“ Fasilitas Umum Lapang Sepakbola Krida Utama yang berubah Status jadi Gedung Tekhnopark ,sampai sekarang   sudah  9 tahun mangkrak belum juga di bangun, “ ungkap Ketua Badan Kswadayaan Masyarakat (BKM) Master Nunu Nugraha, Minggu, 13 Juli 2025.

Dia menyebutkan, karena tak  ada aktivitas disana saat ini tempat tersebut menjadi tempat pembuangan sampah sampah yang menggangu kesehatan Siswa Pelajar  SMK Mochamad Toha yang tak jauh dari lokasi pembangunan. Kondisi tersebut terjadi di RW XI Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan.  

“Tak hanya mengganggu kesehatan siswa, banyaknya sampah  juga mengganggu  warga setempat,” sebut Nunu.

Dia mendesak Pemerintah Kota Cimahi untuk segera menuntaskan pembangunan eks Lapang Krida Utama sebagai pengganti dari pembangunan Gedung Cimahi Technopark.

Dikutip cimahikota.go.id, Pemerintah Kota Cimahi telah menyediakan uang sebesar Rp 19 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) murni tahun 2018 sebagai lahan pengganti Lapang Krida dan ditargetkan bisa dieksekusi.

"Lahan pengganti Lapangan Krida harus dieksekusi tahun ini," ucap Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahtraan Rakyat Kota Cimahi, Maria Fitriana.

Khusus untuk tahun ini, pihaknya menargetkan bisa merealisasikan pembebasan lahan pengganti. Saat ini, ada dua opsi yang masih dalam tahapan kajian, yakni di sekitar Cibodas dan lahan milik PT Indoputra.

"Lahan penggantinya ya harus di sekitar Kelurahan Utama," ujar Pipit, sapaan Maria Fitriana.

Jika sudah terealisasi, lahan pengganti tersebut akan digunakan kembali sebagai lahan RTH, sarana publik dan sarana olahraga bagi masyarakat Kota Cimahi. Pihaknya berharap tidak ada kendala dalam rencana pembelian lahan pengganti ini.

"Harus bisa terserap tahun ini. Biasanya permasalahnnya itu dari pemilik lahan, harganya tinggi. Tapi mudah-mudahan gak," tutur Pipit.

 

Baca Lainnya

Topik Populer