Senin, 25 Januari 2021 14:36

Pembahasan Pembebasan Lahan Pemakaman di Cigugurtengah Salah Sasaran

Reporter : Bubun Munawar
Anton Sugianto, Warga Kelurahan Cigugurtengah Kota Cimahi
Anton Sugianto, Warga Kelurahan Cigugurtengah Kota Cimahi [Istimewa]

Limawaktu.id,- Upaya pengentasan banjir Melong, Kota Cimahi nampaknya masih panjang. Sebab, Pembebasan lahan untuk mengatasi persoalan banjir belum tuntas 100 persen.

Salah seorang warga Kelurahan Cigugurtengah Kecamatan Cimahi Kota Cimahi Anton Sugianto mengungkapkan, ada tiga ahli waris di lokasi lahan pemakaman yang rencananya akan dibebaskan untuk penanganan banjir Melong, namun hingga kini pihaknya bersama dua ahli waris lainnya belum pernah diajak untuk melakukan musyawarah terkait pembebasan lahan untuk menunjuang penuntasan banjir di Kelurahan Melong.

"Ada tiga ahli waris pemilik lahan makam keluarga yang akan dibebaskan, tetapi sampai saat ini kami belum pernah diajak untuk musyawarah, jadi bagaimana mungkin hal itu dibilang sebuah kendala," terangnya, Senin (25/1/2021).

Dikatakannya, pihak panitia pembebasan lahan tidak pernah menyampaikan secara jelas tahapan-tahapan yang dilakukan terkait dengan pembebasan lahan untuk p[enyelesaian masalah banjir di kelurahan Melong. Bahkan saat hal itu dipertanyakan belum ada jawaban yang pasti dari pihak Pemkot dalam hal ini panitia pembebasan lahan.

Tak hanya itu, saat ada pertemuan untuk membahas persoalan tersebut pihak panitia mengundang kepada orang yang salah sasaran, sehingga sampai saat ini belum ada musyawarah lagi dengan pihak ahli waris terkait pembebeasan lahan pemakaman yang ada di Kelurahan Cigugurtengah tersebut.

"Pernah ada pertemuan sekali itupun yang diundang salah sasaran, sampai sekarang tidak pernah terjadi musyawarah antara kami dengan pihak panitia pembebasan lahan," katanya.


Sementera itu, Berdasarkan data Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, dari sekitar 4.000 meter persegi, sebagian besar bidang tanah sudah dibebaskan dengan total anggaran yang terserap sekitar Rp 12 miliar lebih sepanjang tahun 2020.


Namun, masih ada beberapa bidang tanah di wilayah pemukiman padat itu yang belum dibebaskan dengan berbagai permasalahan. Ada pemilik yang belum setuju dengan harga hingga permasalahan legalitas lahan pemakaman.


“Ada juga yang harusnya rampung tahun lalu, tapi ada persyaratan yang kurang. Tahun ini kita tuntaskan untuk yang tinggal melengkapi persyaratan,” ungkap Kepala Seksi Drainase pada DPKP Kota Cimahi, Sambas Subagja, Sabtu (16/1/2021).

Baca Lainnya