Jumat, 12 Oktober 2018 12:55

Pemadaman Listrik Tentatif Kerap Terjadi di Cimahi, ini Alasannya

Reporter : Fery Bangkit 
Ari Bhayangkara, Supervisor Teknik PLN Area Cimahi saat ditemui di Kantor PLN Area Cimahi, Jln. Amir Mahmud, Jum'at (12/10/2018).
Ari Bhayangkara, Supervisor Teknik PLN Area Cimahi saat ditemui di Kantor PLN Area Cimahi, Jln. Amir Mahmud, Jum'at (12/10/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Pasokan listrik untuk wilayah Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami defisit sejak awal Oktober 2018.

Imbas dari defisit pasokan tersebut, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Cimahi terpaksa harus melakukan pemadaman bergilir yang disesuaikan dengan daya distribusi antar gardu antar penyuling.

Baca Juga : PLN Cimahi: Pelanggan Didominasi Rumang Tangga, Pendapatan Mayoritas dari Industri

"Kemarin kita defisit 22 MW (megawatt) mulai pukul 17.00 di area Cimahi (Cimahi-KBB)," terang Ari Bhayangkara, Supervisor Teknik PLN Area Cimahi saat ditemui di Kantor PLN Area Cimahi, Jln. Amir Mahmud, Jum'at (12/10/2018).

Terjadinya defisit daya sejak awal Oktober dikarenakan saat ini jaringan interkoneksi pembangkit Cilacap, Muara Tawar, Paiton dan Indramayu tengah dalam perbaikan. Imbasnya, pasokan listirk Jawa-Bali menjadi terganggu.

Baca Juga : Konsumsi Listrik Cimahi-KBB Capai 10.300 MW/Bulan

Ari menjelaskan, ketika ada defisit daya, pihaknya terpaksa ada beberapa beban yang harus dikeluarkan di sistem penyulang yang sesuai dengan beban defisit. Imbas dari pengeluaran beban di sistem penyulang, maka akan terjadi pemadaman. 

"Ketika ada defisit daya, ada beberapa beban yang dikeluarkan. Kalau tidak dikeluarkan (pemadaman di penyulang), nanti imbasnya black out (pemadaman total)," Ari.

Baca Juga : Klaim Capaian Target Pelanggan dari PLN Area Cimahi

Total penyulang di wilayah Kota Cimahi-KBB mencapai 110 titik. Sedangkan yang aktif hanya 88 penyulang, sisanya dijadikan penyulang cadangan.

"Kita usahakan pemadaman hanya 2-3 jam saja," ucap Ari.

Baca Lainnya