Jumat, 12 Februari 2021 15:24

Pekerja Asing Proyek Kereta Api Cepat Belum Sumbang PAD untuk Cimahi

Reporter : Wawan Gunawan
Dua pekerja KCIC sedang mengerjakqan proyek pembangunan kereta cepat, belum lama ini
Dua pekerja KCIC sedang mengerjakqan proyek pembangunan kereta cepat, belum lama ini [limawaktu.id]

Limawaktu.id,- Sekretaris Dinas tenaga kerja Kota Cimahi, Uce Herdiana mengungkapkan, tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Kota Cimahi sepanjang 2020 sebagian besar didominasi pekerja asal Asia. Ada juga dari Eropa dan juga Amerika Serikat. Rinciannya, Filipina 17 orang, Jepang 14 orang, China 8 orang, Korea Selatan 7 orang, Taiwan 4 orang, Singapura 3 orang, Malayasia 2 orang, India 1 orang, Belgia 1 orang, Inggris 1 orang dan Amerika Serikat 1 orang.

Namun, kata Uce, yang ditarik retribusi Izi Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) -nya tidak termasuk pekerja asing yang bekerja pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) milik PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC).

Pihaknya beralasan, belum ditariknya retribusi TKA milik PT KCIC itu dikarenakan wilayah kerjanya berada di dua wilayah sehingga masih menjadi kewenangan pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Karena mereka bekerja di lebih dari satu kota maka IMTA-nya masuk ke provinsi," ucap Uce.

Penarikan retribusi pekerja asing tertera dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 10 Tahun 2018 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Asing. Kemudian diikuti dengan terbitny Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 1 Tahun 2017 tentang Jasa Retribusi Perizinan Tertentu. Kemudian dikuatkan dengan Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 58 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pemungutan Retribusi Perpanjangan Izin Memperpanjang TKA.

"Aturannya 1 tahun pertama IMTA-nya masih di pusat, tahun ke-2 baru ke daerah," ujarnya.

Saat ini, ungkap Uce, sektor retribusi dari pekerja asing masih menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kota Cimahi. Bahkan realisasinya sudah melampaui target. PAD tersebut diperoleh dari retribusi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Dari target Rp 500 juta dengan sasaran 42 Tenaga Kerja Asing (TKA), realisasinya mencapai Rp 1,032 miliar atau 59 orang.

"Kalau target yang sekarang, realisasinya sudah melebihi target," terang Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Uce Herdiana saat dihubungi, Jumat (12/2/2021). Untuk tahun 2021, pihaknya menargetkan bisa meraup Rp 750 juta dari sektor IMTA, dengan target ada sebanyak 45 orang yang melakukan perpanjangan kerja di perusahaan di Kota Cimahi.

 

Baca Lainnya

Topik Populer