Rabu, 6 Desember 2017 11:20

Pegiat Sejarah Bicara Soal Peluang Wisata Heritage di Cimahi

Ditulis Oleh Fery Bangkit 
Gedung The Historich di Kota Cimahi memiliki nilai historis
Gedung The Historich di Kota Cimahi memiliki nilai historis [limawaktu]

Limawaktu.id, - Ketua Komunitas Cimahi Heritage, Machmud Mubarok menyatakan peluang terwujudnya Wisata Heritage di Kota Cimahi sangat besar.

Asalkan, kata dia, Pemerintah Kota Cimahi serius ingin mengembangkan wisata bersejarah tersebut di Cimahi. Termasuk mengurus perizinan ke pihak militer.

"Selain itu, untuk mewujudkan wisata bersejarah, harus dibarengi oleh Peraturan Daerah (Perda) yang melindungi keutuhan bangunan bersejarah itu sendiri," ujar Machmud, Rabu (6/12/2017).

Machmud mencontohkan, saat ini, bangunan bersejarah yang berada di daerah Baros sudah mengalami banyak perubahan. Selama tidak ada aturan tentang pemelihraan, maka bisa jadi bangunan yang memiliki nilai sejarah bisa berubah fungsi dan bentuk.

“Ada rumah yang memiliki historis dan juga arsitektur khas jaman Belanda dibelah. Itu kan merusak. Apa yang mau dijual (untuk wisata sejarah) kalua sudah rusak, sementara yang ditawarkan adalah wisata sejarah,” terangnya.

Diakui Machmud, berubah fungsinya sebuah bangunan tidak terlepas dari status kepemilikan. Ada yang milik pribadi, ada pula milik TNI. Secara hukum tidak ada masalah.

Namun, fungsi Perda tersebut adalah untuk mengantisipasi kerusakan sekaligus pemeliharaan sebuah bangunan atau hal-hal yang memiliki nilai historis.

“Pemerintah harus mengeluarkan perda. Selama ini, yang ada di RPJMD adalah kawasan heritage, sementara turunannya (perawatan dan kategorisasi) belum dibuat,” terangnya.

Selain itu, beber Machmud, dibuatnya Perda terkait pemeliharaan bukan berarti mengalihkan kepemilikan. Nantinya, bangunan- bangunan yang dianggap punya nilai historis itu tidak dibongkar maupun diubah bentuk bangunannya.

“Misalkan, ada bangunan sejarah kepemilikannya itu milik TNI, nanti akan ada koordinasi untuk tidak mengubah bangunan itu, sekaligus pemerintah memberikan intensif untuk perawatan,” tandas dia. (kit)