Senin, 29 Oktober 2018 16:24

Pegawai BPK Asal Bandung jadi Korban Jatuhnya Pesawat Lion Air di Karawang

Reporter : Fery Bangkit 
Dicky Jatnika (38), pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).
Dicky Jatnika (38), pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018). [istimewa]

Limawaktu.id - Dicky Jatnika (38), pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018).

Dicky warga Jalan Binong Kidul, RT 03 RW 03 Kelurahan Kebon Kangkung, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum mengetahui nasib Dicky.

Baca Juga : Lion Air Jatuh di Karawang, Basarnas Jabar Kerahkan 90 Personel

Berdasar pantauan, sejumlah orang datang ke rumah Dicky pasca kabar tersebut seperti Lurah hingga Camat. Namun, kondisi rumah bercat hijau yang berada di gang itu sepi. 

Orang tua Dicky, Adi Sutisna dan Eti Sudarti serta kakak dan adiknya yang menerima kabar anaknya jadi korban sudah berangkat ke Jakarta untuk mencari informasi valid. Orang tua sendiri mendapat kabar Dicky ada di pesawat dari istrinya, Selfi. 

Baca Juga : Evakuasi Pesawat Lion Air, Basarnas Gunakan ROV

"Tadi orang tuanya dapat kabar pagi hari sekitar jam delapan. Orang tuanya di telepon sama istrinya ," ucap Mamah (57) kerabat Dicky saat ditemui di kediaman Dicky, Senin (29/10/2018). 

Dari informasi yang diperoleh keluarganya di Bandung, akhir pekan kemarin Dicky yang tugasnya di Pangkal Pinang memang tengah mengikuti sebuah acara di kantor pusat. Pagi tadi, Dicky hendak kembali ke tempatnya bertugas. 
Namun nahas, pesawat yang ditumpangi Dicky terjatuh di perairan Karawang. Keluarga sendiri, belum mendapatkan informasi apakah Dicky selamat atau tidak dalam insiden tersebut. 

"Keluarganya panik. Di sini juga kan keluarga besar, dapat kabar itu ikut panik. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa," katanya. 

Menurut Mamah, sejak bekerja sebagai karyawan BPK, Dicky memang tidak tinggal di Bandung. Dicky tinggal di Pamulang bersama istri dan dua anaknya yang masing-masing berusia 6 dan 3 tahun.

Baca Lainnya