Para pedagang membersihkan abu vulkanik tersebut dengan peralatan seadanya baik di luar kios.
Para pedagang membersihkan abu vulkanik tersebut dengan peralatan seadanya baik di luar kios. [ferybangkit]
News

Pedagang Mulai Bersihkan Sisa Luapan Erupsi Tangkuban Parahu, Tapi. . . . .

Limawaktu.id - Pasca erupsi tiga hari lalu, sejumlah pedagang di kawasan Gunung Tangkuban Parahu mulai membersihkan abu vulkanik yang menutupi kios mereka berdagang.

Pengelola sudah mengizinkan pedagang masuk dan menata kembali dagangannya mulai Senin (29/7/2019).

Berdasarkan pantauan, para pedagang membersihkan abu vulkanik tersebut dengan peralatan seadanya baik di luar kios maupun di dalam kios untuk membersihkan barang dagangannya.

Area tempat wisata tersebut terpantau sebagiannya sudah mulai bersih dan untuk sisanya masih dibersihkan oleh petugas termasuk melibatkan petugas Pemadam Kebakaran Bandung Barat.

Aa (45) seorang pedagang asesoris, mengatakan, pembersihan tersebut dilakukan karena sudah mendapat izin dari pihak pengelola Gunung Tangkuban parahu yakni PT Graha Rani Putra Persada (GRPP).

"Iya mulai hari ini diizinkan masuk untuk bersih-bersih karena kondisi di kawah memang sudah aman dan normal," ujarnya saat ditemui di area Gunung Tangkuban parahu.

Rencananya, kata dia, kios tersebut akan dibuka mulai Selasa (30/7/2019) karena semua area di tempat wisata tersebut seluruhnya belum bersih dan belum ada pengunjung yang datang untuk berwisata.

Para pedagang membersihkan abu vulkanik tersebut dengan peralatan seadanya baik di luar kios.

Hal senada dikatakan Tiwi (40), pedagang lainnya yang melakukan pembersihan kios. Rencananya ia akan membuka lapak dagangannya setelah semuanya kawasan Gunung Tangkuban parahu bersih dari abu vulkanik.

"Mungkin besok (Selasa) mulai buka sekarang masih bersih-bersih dulu. Nanti sore juga bisa bersih karena abunya mudah untuk dibereskan," ujarnya.

Direktur PT Graha Rani Putra Persada (GRPP), Putra Kaban, mengatakan, pihaknya memang sudah mengizinkan para pedagang untuk membersihkan kiosnya.

"Jangan sampai ada klaim dari pengunjung setelah dibuka nanti kiosnya masih kotor, malu karena untuk pengunjung diutamakan kebersihan dan kenyamanan," tandasnya.

Ia melanjutkan, hingga saat ini belum dibuka untuk umum karena sebagian area tempat wisata tersebut masih dilakukan pembersihan oleh petugas gabungan. Untuk memastikan dibukanya tempat wisata itu, pihaknya akan melakukan rapat terlebih dahulu dengan manajemen nanti sore.

"Saya kemarin bilang Senin akan dibuka, tapi karena sampai pukul 00.30 pembersihan (abu vulkanik) belum selesai saya putuskan untuk dirapatkan dulu," terangnya.

Dalam pembersihan hingga tadi malam, pihaknya melibatkan Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat, namun karena mereka kelelahan pihaknya tidak bisa memaksakan untuk menyelesaikan pembersihan tersebut.

"Ini berbicara masalah kemanusian tidak boleh egois dan tidak boleh memaksakan. Makanya sekarang pembersihan baru bisa dilanjutkan," ucapnya.

Ia mengatakan, saat ini progres pembersihan sudah mencapai sekitar 80 persen dan sudah menghabiskan 40 tangki air dari mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat.

"Semalam untuk pembersihan melibatkan tiga unit mobil Damkar. Kami ingin area ini semuanya benar-benar bersih," ucapnya.

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar