Jumat, 7 Desember 2018 12:03

Pastikan Pupuk Subsidi Aman untuk Musim Tanam Oktober-Maret

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [Net]

Limawaktu.id - Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi memastikan, ketersediaan pupuk bersubsidi aman hingga akhir tahun 2018.

Untuk tahun ini, Kota Cimahi mendapat kuota pupuk bersubsidi untuk NPK sebanyak 96 ton, urea 138 ton, organik 2 ton, SP36 30 ton dan ZA 13 ton.

Baca Juga : Dear Petani, nih Jaminan Stok Pupuk Hingga Lebaran dari PT Pupuk Kujang

"Sampai Desember kita sudah monitoring tiap bulan insyalloh cukup. Kita monitoring tiap bulan," kata Mita Mustikasari, Kepala Bidang Pertanian pada Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi saat dihubungi, Jum'at (7/12/2018).

Saat ini, kata Mita, para petani sendiri tengah memasuki masa tanam untuk periode Oktober-Maret. Total lahan sawah di Kota Cimahi sendiri mencapai 137 hektare.

Dijelaskan Mita, kebutuhan pupuk di daerah sendiri biasanya harus melalui persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Mekanismenya, Pemerintah Kota Cimahi mengajukan kuota pupuk berdasarkan rekap kebutuhan petani, kemudian mendapat Surat Keputusan (SK) dari provinsi.

"Kita kan rekap tuh namanya rencana kebutuhan kelompok itu, satu tahun sebelumnya kita ajukan ke provinsi jadi keluarlah alokasi pupuk bersubsidi untuk Kota Cimahi," tandasnya.

Terpisah, Ketua Kelompok Tani (Gapoktan) Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi mengatakan, petani sendiri saat ini lebih memanfaatkan pupuk organik dibandingkan pupuk seperti urea dan NPK. Selain lebih murah, kata dia, pupuk organik juga lebih meningkatkan produktifitas tanaman serta menggemburkan dan menyuburkan tanah.

Selain itu lanjut dia, jika menggunakan pupuk organik, hasil produksinya pun akan lebih menguntungkan dibandingkan pupuk biasa. "Bikin sendiri (pupuk organik), gak pernah sekarang," pungkasnya.

Baca Lainnya