Limawaktu.id, Bandung – Program Studi Doktor Ilmu Sosial (DIS) Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas) menjalin kerja sama akademik dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Agreement (IA) di Purwokerto.
Kerja sama tersebut menjadi landasan pengembangan berbagai program akademik yang mencakup pertukaran dosen, kuliah tamu, seminar ilmiah, penelitian bersama, publikasi internasional, hingga peningkatan kapasitas mahasiswa dan tenaga kependidikan. Kedua perguruan tinggi berkomitmen menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan mampu menjawab tantangan global.
Direktur Pascasarjana Unpas Prof. Dr. Bambang Heru memimpin rombongan yang terdiri atas Wakil Direktur I Bidang Akademik, Pembelajaran, dan Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Yaya Mulyana, Ketua Program Studi Doktor Ilmu Sosial Prof. Dr. Thomas Bustomi, serta jajaran akademisi lainnya dalam kegiatan bertajuk Academic Traveling ke FISIP Unsoed.
Rombongan diterima langsung oleh Dekan FISIP Unsoed Prof. Dr. Slamet Rosyadi, M.Si.
Prof. Dr. H. Yaya Mulyana menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan doktor melalui kolaborasi antarpendidikan tinggi.
Sementara itu, Kepala UPT Humas dan Promosi Pascasarjana Unpas, Dr. Heri Erlangga, S.Sos., M.Pd., mengatakan studi banding kurikulum menjadi salah satu agenda utama dalam kunjungan tersebut.
"Academic Traveling memberikan kesempatan bagi tim Pascasarjana Unpas untuk mempelajari praktik terbaik penyelenggaraan pendidikan doktor di FISIP Unsoed. Hasilnya diharapkan menjadi referensi dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Sosial Unpas," ujarnya.
Menurut Heri, studi banding tersebut merupakan bagian dari proses pemutakhiran kurikulum yang juga mendukung evaluasi penamaan program studi agar tetap selaras dengan regulasi, perkembangan ilmu pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat.
FISIP Unsoed sendiri memiliki lima program pascasarjana, yakni Administrasi Publik, Sosiologi, Ilmu Komunikasi, Hubungan Internasional, dan Ilmu Politik, yang menjadi rujukan dalam pengembangan kurikulum di Unpas.
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan juga diisi dengan kuliah umum yang disampaikan Koordinator Pascasarjana Unsoed, Prof. Dr. Dwitanto Indiahono, M.Si.
Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya tata kelola pendidikan doktor yang adaptif terhadap perkembangan zaman, penguatan riset multidisiplin, transformasi digital, serta peningkatan publikasi ilmiah bereputasi internasional.
Melalui kerja sama ini, Pascasarjana Unpas dan FISIP Unsoed berharap dapat memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus menghasilkan lulusan doktor yang memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.