Limawaktu.id - Penjualan ikan di sejumlah pasar tradisional Kota Cimahi merosot sejak dua pekan terakhir. Hal itu disebabkan tingkat konsumsi masyarakat masih berpusat pada daging kurban pasca Idul Adha 1440 Hijriyah.
"Iya sekarang penjualan masih sepi. Efek Idul Adha. Kan kebanyakan masyarakat masih mengkonsumsi daging," ujar Dadang Daryana (47) salah seorang pedagang ikan di Pasar Atas Cimahi, Kamis (22/8/2019). Ia mengaku, jika kondisi sedang normal, ikan tawar maupun ikan laut yang dijualnya dalam sehari bisa mencapai 130 kilogram (kg). Namun pasca Idul Adha, rata-rata sehari hanya habis terjual sekitar 70 kg. "Biasanya sih sampe tiga minggu kondisi kaya gini. Udah itu baru normal lagi," tutur Dadang.
Perihal harga ikan, lanjut Dadang, untuk harga berbagai jenis ikan laut masih relatif normal dan stabil. Sementara untuk ikan tawar seperti ikan nila ada kenaikan pada musim kemarau ini."Kalau normalnya saya jual Rp 26 ribu, sekarang jadi Rp 28 ribu per kg. Pas musim kemarau aja," terangnya.
Asep (54), pedagang ikan lainnya menuturkan, memang saat setiap ada moment Idul Adha selalu ada penurunan penjualan. Sebab, masyarakat sejenak beralih ke daging kurban. "Biasanya saya jual ikan mas itu 50 kg sehari, tapi pas Idul Adha itu paling 2-5 kg aja," ungkap Asep.
Dikatakannya, kondisi itu sebetulnya membuat pedagang ikan tawar seperti diirnya merugi. Sebab, ikan sisa yang tidak terjual kebanyakan mati. "Iya buat saya mah rugi, kan ikan kalau yang gak ke jual mati," katanya.Perihal harga, untuk ikan mas sendiri saat ini cenderung turun. Biasanya, ia menjual ikan pas seharga Rp 29 ribu per kg, tapi untuk saat ini hanya dijual Rp 26 ribu per kg."Nanti pas hujan lagi, biasanya baru naik lagi harga ikannya," ucapnya.