Senin, 3 Februari 2020 15:25

Pasca Habis Kontrak, Mau Dibuat Apa Lahan TPAS Sarimukti?

tpas sarimukti kbb
tpas sarimukti kbb [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Berakhirnya masa kontrak Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus menjadi bahan pemikiran bersama Pemprov Jabar.

Seperti diketahui, kontrak lahan Sarimukti sebagai TPAS untuk wilayah Bandung Raya akan berakhir tahun 2023. Hampir semua sampah wilayah Bandung Raya seperti Kota Cimahi dan Kota Bandung akan dialihkan ke TPAS Legoknangka, Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB, Apung Hadiat Purwoko mengatakan, meski TPAS Sarimukti bukan kewenangan Pemkab Bandung Barat, tetapi pihaknya tetap harus memikirikan penggunaan lahan TPA Sarimukti setelah ditutup nanti.

"Justru sekarang pemerintah daerah termasuk anggota DPRD Komisi III (memikirkan) bagaimana (nasib) TPA Sarimukti setelah lepas," ujar Apung saat ditemui di Pemkab Bandung Barat, Senin (3/2/2020).

Menurutnya, setelah TPAS Sarimukti ditutup dan tidak aktif, seharusnya yang bertanggung jawab atas lahan tersebut yakni Pemprov Jabar sebab jika dibiarkan dikhawatirkan bisa terjadi bencana.

Jangan sampai, kata dia, hanya membebani pihak Pemkab Bandung Barat. "Itu kan lahanya milik Perhutani, tapi mereka tidak akan mau tanggung jawab begitu saja ketika lahannya sudah tidak aktif, jadi Pemprov juga tidak bisa melepaskan begitu saja," ujar Apung.

Seharusnya, kata Apung, ketika lahan TPA Sarimukti tidak aktif, bisa digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, misalnya dijadikan tempat wisata edukasi.

Hal tersebut untuk antisipasi agar tidak terjadi bencana, seperti longsor sampah di TPA Leuwgajah pada tahun 2001 yang akhirnya bisa merugikan warga setempat.

"Harus ada jaminan bagi warga Bandung Barat di sekitar lokasi TPA Sarimukti, jadi harus dipikirkan kedepannya mau seperti apa," tandas Apung. 

 

Baca Lainnya