Sabtu, 22 Desember 2018 17:23

Parah!Dua Bus Primajasa tak Miliki Rem Tangan, Tetap Ngotot Ingin Beroperasi

Reporter : Fery Bangkit 
Pelaksanaan ramp check kendaraan umum di Rest Area KM 125, Cibeber, Kota Cimahi, Sabtu (22/12/2018).
Pelaksanaan ramp check kendaraan umum di Rest Area KM 125, Cibeber, Kota Cimahi, Sabtu (22/12/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi menilai, operatur bus umum kurang memperhatikan kondisi fisik kendaraan, sehingga sangat membahayakan penumpang.

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Cimahi, Ruswanto dalam pelaksanaan ramp check kendaraan umum di Rest Area KM 125, Cibeber, Kota Cimahi, Sabtu (22/12/2018).

Baca Juga : Penumpang Bus Budiman di Cimahi Dipaksa Keluar, ada apa nih?

Dalam ramp chek khusus jelang Natal dan Tahun Baru (Naturu) ini, petugas gabungan dari Dishub Kota Cimahi bersama Satlantas Polres Cimahi, Kodim 0609, Subdenpom serta Subgarnisun Kota Cimahi menemukan enam bus umum yang tak laik jalan. Dua di antaranya, yakni bus 'Primajasa' dinyatakan sangat fatal karena rem tangannya tak berfungsi.

"Ada beberapa kendaraan yang tak laik jalan. 2 (dua) bus itu sangat fatal. Rem tangannya tak berfungsi," terang Plt Kadishub Kota Cimahi, Ruswanto.

Baca Juga : Jelang Lebaran, Tim Gabungan Periksa Bus Umum dan Bus Khusus Mudik Gratis di Cimahi

Berdasarkan pantauan di lokasi, sempat terjadi sedikit ketegangan antara petugas dengan sopir bus. Sopir maupun kondektur bersikukuh ingin tetap membawa penumpang sampai tujuan, dengan kondisi rem tangan tak berfungsi.

Tentunya itu sangat membahayakan penumpang dan pengguna jalan lainnya. Akhirnya penumpang pun turun dari bus itu, dan berpindah ke bus lain yang disediakan pihak operator 'Primajasa'.

Baca Juga : Periksa Kelaikan, Petugas Gabungan Temukan Bus Umum yang Abai Keselamatan

Selain rem tangan, kebanyakan bus umum itu juga kondisi ban nya sudah sangat gundul. Dari segi administrasi, kendaraan umum diperiksa juga ada yang kartu pengawasnya sudah habis, tak melakukan uji kelaikan atau uji KIR dan sebagainya.

"Masa uji kir itu ada yang habis. Padahal, uji KIR sangat penting. Jangan sampai, pelanggaran-pelanggaran itu berdampak terhadap keselamatan penumpang," imbuh Ruswanto.

Atas temuan berbagai pelanggaran itu, Ruswanto meminta pihak operator lebih memperhatikan kondisi kelaikan kendaraannya. Pasalnya, hal itu penting untuk meminimalisir kecelakaan.

Kepala Seksi Angkutan pada Dishub Kota Cimahi, Ranto Sitanggang menambahkan, kegiatan pengecekan kelaikan kendaraan umum ini dalam rangka untuk memastikan bahwa bus tersebut laik digunakan. Khususnya saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2018.

"Sehingga akan tercipta keselamatan dalam bertransportasi," tandasnya.

Baca Lainnya