Senin, 29 Juli 2019 13:14

Para Dosen Stikes Unjani Blak-blakan Soal Manfaat Kimchi untuk HIV/AIDS

Reporter : Fery Bangkit 
Acara Pemberdayaan Wanita di Desa Batujajar Timur, Kabupaten Bandung Barat
Acara Pemberdayaan Wanita di Desa Batujajar Timur, Kabupaten Bandung Barat [ferybangkit]

Limawaktu.id - Bakteri asam laktat yang terdapat dalam fermentasi makanan kimchi diyakini dapat meningkatkan respon imun sehingga dapat menambah harapan hidup terhadap Orang dengan Gangguan HIV/AIDS (ODHA).

Hal itu disampaikan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan (Stikes) Jenderal Achmad Yani Cimahi, Indria Astuti pada Senin (29/7/2019). Menurutnya, makanan khas dari negara Korea itu mengandung
zat aktif yang bisa meningkatkan sistem imun.

"Sedangkan sistem imun penderita HIV menurun, sehingga dengan makanan yang baik seperti kimchi, sistem imun bisa ditingkatkan," jelas Indria.

Ia menjelaskan, kimchi merupakan produk fermentasi yang melibatkan bakteri probiotik yang bermanfaat untuk tubuh. Hasil metabolisme bakteri probiotik itu telah diteliti memiliki kandungan antimikroba, antioksidan, antikanker, mencegah obesitas, dan meningkatkan sistem imun.

"Zat dalam kimchi ada juga yang berfungsi sebagai antimikroba, sehingga bisa mengurangi risiko penyakit samping akibat bakteri yang ada di penderita HIV/AIDS," terang Indria.

Sebab betapa besar manfaat makanan kimchi itu, ia bersama Perdina Nursidika, dan Patricia Gita Naully serta tim dari Stikes Jenderal Achmas Yani mencoba memberikan pelatihan kepada warga Desa Batujajar Timur, Kabupaten Bandung Barat (KBB) beberapa waktu lalu. Kegiatan itu bertajuk 'Pemberdayaan Wanita' .

Kegiatan pemberdayaan terhadap wanita itu terselenggara atas inisiatif ketiga dosen yang memanfaatkan iaran dari Hibah Kemenristekdikti melalui Program Kemitraan Masyarakat Tahun 2019. Total dana hibahnya mencapai Rp 40 juta.

"Acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan ekonomi masyarakat Batujajar Kabupaten Bandung Barat," ujar Indria.

Dirinya berharap, selain berguna untuk kesehatan seperti menambah kekebalan tubuh bagi pengidap HIV/AIDS, dengan adanya pelatihan pembuatan kimchi itu dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Dengan bahan yang relatif murah dan mudah dicari, makanan asal Korea itu dapat dijual dengan harga yang cukup tinggi.

"Bahannya dari itu sayuran, yang di sini mudah dicari. Kalau sudah jadi kimchi, harganya kan bisa mahal. Nanti dari kampus kami bantu buat menguji kualitasnya. Soalnya, kimchi ini kan perlu proses fermentasi," ungkapnya.

Selain pelatihan membuat kimchi, dalam kegiatan pemberdayaan wanita itu juga dilaksanakan penyuluhan mengenai HIV/AIDS bagi kader kesehatan. Tujuannya,  agar mereka bisa menjadi kader yang dapat mencegah peningkatan angka infeksi HIV/AIDS di daerah Batujajar, khususnya bagi para ibu rumah tangga.

"Kami ingin menjadikan ibu-ibu disini aware terhadap penyakit HIV. Soalnya, HIV/AIDS di Bandung Barat itu kan salah satu yang tertinggi di Jawa Barat. Yang termasuk paling banyak penderitanya, adalah kalangan ibu rumah tangga. Dari mana, biasanya tertular dari suaminya," kata Ketua Pelaksana Kegiatan, Perdina Nursidika.

Pemegang Program HIV di Puskesmas Batujajar, Hani Nurani Permani menyatakan, kejadian kasus HIV di Batujajar sudah merata di setiap desa. Walaupun tidak menyebutkan jumlahnya, dia mengatakan bahwa penderita HIV di Batujajar sudah banyak.
Untuk itu, kata dia, pelatihan dan penyuluhan ini sangat penting untuk mengantisipai penyebaran HIV/AIDS.

"Dari LSL (laki seks laki), waria, ibu rumah tangga juga ada angka kejadiannya. Jadi memang kita harus lebih banyak bertindak agar masyarakat lebih perhatian. Kebanyakan kan masyarakat belum paham HIV itu apa, mereka hanya tahu HIV itu penyakit yang mengerikan," jelasnya.

Baca Lainnya