Senin, 19 Maret 2018 18:29

Pajak Air Bawah Tanah di Cimahi akan Dinaikan, ini Sebabnya

Reporter : Fery Bangkit 
Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Yunita Retno Widiana.
Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Yunita Retno Widiana. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kota cimahi memastikan akan menaikan tarif satuan meteran pajak air bawah tanah tahun ini.

Saat ini, pajak air bawah tanah ditarif Rp500/meter. Sementara kenaikan yang telah diajukan ialah sebesar Rp1.500-2.000/meter kubik yang dituangkan ke dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) yang saat ini masih menunggu pengesahan.

"Perwalnya sudah ditandatangani, dan dalam waktu dekat siap diimplementasikan," kata Sekretaris Bappenda Kota Cimahi, Yunita Retno Widiana, saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Senin (19/3/2018).

Total Wajib Pajak (WP) air bawah tanah di Kota Cimahi mencapai 168, dengan jumlah 400 sumur. Sumur yang dikenakan pajak ialah yang memiliki kedalaman minimal 100 meter. Mayoritas WP dimiliki industri di wilayah selatan.

Dengan total 168 WP dan tarif Rp500/meter, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diraih dari pajak bawah tanah rata-rata per tahunnya mencapai Rp 3,5 miliar.

"Harapannya, bila sudah dinaikan, pendapatannya meningkat 3 (tiga) kali lipat dari sekarang," ujar Yunita.

Ia melanjutkan, tarif pajak air bawah tanah di Cimahi saat ini tergolong rendah dibandingkan dengan wilayah lain di Bandung Raya. Sebab, tarif pajak air bawah tanah di wilayah lain sudah mencapai hingga Rp4.000/meter. Sementara tarif di Kota Cimahi sudah lama stagnan diangka yang sama.

Baca Lainnya