Jumat, 1 Mei 2020 15:26

Organda Cimahi Minta Pemerintah Realisasikan Janjinya

Reporter : Bubun Munawar
Ditutpnya beberapa ruas jalan saat PSBB di Kota Cimahi mengakibatkan kemacetan
Ditutpnya beberapa ruas jalan saat PSBB di Kota Cimahi mengakibatkan kemacetan [Net]

Limawaktu.id,- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Cimahi meminta pemerintah merealisasikan janjinya untuk membantu yang terdampak pandemi Covid-19 termasuk para awak angkutan Kota yang dilarang beroperasi.

Ketua DPC Organda Kota Cimahi HD. Oland Siswanto mengungkapkan, sesuai dengan janji Pemerintah akan memberikan bantuan, pihaknya memohon hal  itu segera direalisasikan. Sebab, pihaknya sudah menyampaikan data yang telah disampaikan kepada Dinas Perhubungan dan Dinas Sosial Kota Cimahi.

"Kami menagih janji pemerintah yang akan memberikan bantuan," kata Oland, lewat pesan Wahtsapp yang diterima Limawaktu.id, Jum'at (1/5).

Organda, kata Oland, berkomitmen senantiasa mengikuti aturan atau  ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, provinsi maupun kota/kabupaten terkait dengan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang saat ini sedang berjalan.

"Komitmen kami untuk tetap mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah, " ungkapnya.

Dia menyebutkan, sedikitnya ada Kurang lebih 919 orang yang terkena dampak diterapkannya PSBB, khususnya trayek dalam kota Cimahi, belum termasuk Pengusaha/Awak Angkot yang pemiliknya di Cimahi akan tetapi trayeknya Perbatasan atau keluar Kota Cimahi.

"Jumlah yang terdampak menurut catatan Organda adalah angkot 677, AKAP /AKDP 17, Pariwisata 47, taxi 50 , serta angkutan barang  7305, " sebutnya.

Diberitakan Limawaktu sebelumnya, Terhitung   24 April 2020, angkutan umum  di Kota Cimahi dilarang beroperasi, kecuali angkutan karyawan, logistik, ambulance, dan mobil jenazah. Selain itu, kendaraan roda dua jika berboncengan harus satu alamat, menggunakan masker dan sarung tangan.

Untuk kendaraan roda 4, formasi nya yaitu 1 pengendara di depan dan 1 penumpang di belakang, wajib menggunakan masker dan sarung tangan.

Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna mengatakan, selain melarang angkutan umum beroperasi, dalam rangka mensukseskan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Cimahi, Dinas Perhubungan Kota Cimahi menutup beberapa ruas jalan,  di antaranya  Jalan Gandawijaya, Jalan Cipageran, Jalan Ciseupan,  Jalan Abdul Halim, Jalan Melong Raya, Jalan Gempol Sari dan Jalan Pasantren (Perbatasan Cimahi - KBB).

"Penutupan jalan dilakukan dari tanggal 24 April hingga 7 Mei 2020, bagi pelanggar akan dilakukan sistem persuasif dengan cara diminta putar balik dan tidak melanjutkan perjalanan. Setelah tanggal tersebut maka untuk pelanggar akan diberikan sanksi," kata Ajay,  melalui akun Facebooknya, Jum'at (24/4).

Baca Lainnya