Pemerintah Kota Cimahi resmi memperkuat jajaran aparatur sipil negara dengan mengangkat 127 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS)
Pemerintah Kota Cimahi resmi memperkuat jajaran aparatur sipil negara dengan mengangkat 127 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) [Istimewa]
News

Ngatiyana Tantang ASN Muda Hadirkan Inovasi dan Perubahan Nyata

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi resmi memperkuat jajaran Aparatur Sipil Negara dengan mengangkat 127 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi Tahun 2024 menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Momentum tersebut menjadi penanda masuknya generasi baru ASN yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Cimahi.

Pengangkatan ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) PNS serta pengambilan sumpah dan janji yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, di Cimahi Techno Park. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 23 PNS yang sebelumnya belum mengikuti prosesi serupa turut diambil sumpahnya, sehingga total 150 ASN mengikuti kegiatan tersebut.

Di hadapan para ASN yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda, Ngatiyana menegaskan bahwa status sebagai PNS bukanlah simbol keberhasilan semata, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.

“Menjadi PNS bukan garis akhir perjuangan, tetapi awal pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Ngatiyana,Rabu, 6 Maret 2026.

Dia menilai para ASN muda memiliki keunggulan dalam penguasaan teknologi, kemampuan beradaptasi, serta pola pikir yang lebih terbuka terhadap perubahan. Karena itu, mereka dituntut tidak hanya menjalankan rutinitas birokrasi, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi yang berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik.

Menurut Ngatiyana, tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks seiring meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan pemerintah yang cepat, mudah, transparan, dan akuntabel. Oleh sebab itu, kehadiran ASN muda harus menjadi energi baru dalam mendorong reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kota Cimahi.

"Kami membutuhkan ASN yang tidak hanya bekerja sesuai prosedur, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan, solusi, dan terobosan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang," ujarnya.

Ngatiyana menegaskan, kreativitas dan kemampuan teknologi yang dimiliki generasi Z harus menjadi modal untuk mempercepat digitalisasi layanan pemerintahan. Dengan demikian, pelayanan publik dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan warga.

"Manfaatkan kemampuan dan kreativitas yang dimiliki untuk menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan berkualitas," katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemampuan dan inovasi harus berjalan seiring dengan integritas. ASN, kata dia, merupakan wajah pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga profesionalisme, disiplin, dan loyalitas menjadi nilai yang tidak dapat ditawar.

Ngatiyana meminta seluruh PNS yang baru diangkat untuk menjaga amanah jabatan serta menjunjung tinggi nilai-nilai dasar ASN, termasuk Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Panca Prasetya Korpri dalam setiap pelaksanaan tugas.

Lebih jauh, ia berharap para ASN baru mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya mempertahankan capaian yang telah diraih Kota Cimahi, tetapi juga melahirkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan daya saing daerah.

“Jadilah ASN yang profesional, berintegritas, inovatif, dan mampu membawa perubahan positif. Pertahankan prestasi yang telah diraih Kota Cimahi dan teruslah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

 Dengan bertambahnya 127 PNS baru, Pemerintah Kota Cimahi optimistis penguatan sumber daya aparatur akan menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih modern, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Baca Lainnya

Topik Populer