Selasa, 13 Oktober 2020 10:49

Nama Kolonel CPM (Purn) BHS Diduga Dicatut Oknum

Reporter : Bubun Munawar

Jakarta - Diduga ada oknum yang mencatut nama Kolonel (Purn) BHS dibalik penggunaan kendaraan dinas TNI oleh warga sipil yang viral belum lama ini.

Pasalnya, yang bersangkutan (BHS)  mengaku sudah mengembalikan kendaraan dinas yang digunakan warga sipil bernama HS alias Ahon ke Puspomad, pertengahan 2019 lalu. Hal itu terungkan saat BHS menyampaikan surat keberatan kepada Pupomad terkait dengan hal tersebut, pada Senin (12/10/2020) sore.

Usai meyampaikan surat keberatan kepada Puspomad, Kolonel (Purn) BHS mengungkapkan, dirinya sudah menyampaikan surat kepeberatan tersebut kepada Puspomad melalui Letkol Putu, yang isinya menyatakan penolakan atas pernyataan Pupomad yang dilansir sejumlah media belum lama ini.

“Saya sudah mengembalikan kendaraan tersebut pada pertengahan 2019 lalu,” ungkapnya, saat dikonfirmasi di Puspomad, Jl. Merdeka Timur No.17 Jakarta Pusat, senin (12/10/2020) sore.

Dikatakannya,  dirinya tidak mau berpolemik karena bukti-bukti sudah di sampaikan ke Puspomad.

"Saya tidak akan menjawab Pertanyaan, tetapi saya akan membuat Pernyataan, pada tahun 2019 sudah mengembalikan no registrasi 3688-34, kemudian saya tidak mau berpolemik dan saya akan tetap menjaga nama baik PUSPOM,  “ katanya kepada awak media.

 Lebih lanjut dia menjelaskan, dirinya mendapatkan 2 nomer registrasi atas arahan Puspomad yang dipakai sendiri di Bandung dan di Jakarta, tetapi no 3688-34 sudah  dikembalikan ke Puspomad dengan bukti pengembalian disampaikan ke Puspom, jadi segala bukti-bukti yang berkaitan dengan itu sudah di sampaikan ke Puspom, dan yang menerima adalah Letkol CPM  Putu.

“Pertengahan 2019, saya sudah mengembalikannya, sekali lagi saya tidak mau berpolemik", tegasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi, Letkol Putu lewat pesan Whatsapp membenarkan kedatangan Kolnel (Purn) HBS ke Puspomad untuk menyampaikan surat keberatan.

“Benar apa yang disampaikan beliau,” tulis dia di pesan whatsapp.

Sedangkan pihak  yang di duga memakai kendaraan dinas tersebut yang ber inisial SW alias Ahon belum bisa di hibungi.

Seperrti diberitakan sejumlah media, Video viral warga sipil menggunakan mobil Dinas TNI, Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad), akan menyerahkan penanganannya ke Kepolisian. Komandan Puspomad Letjen Dodik Wijanarko, menyebutkan,

“Iya, terkait saudara Hendra Winata yang mengaku sebagai anggota TNI aktif, akan kami serahkan ke Kepolisian”, ucapnya,

Dikatakan Dodik, BHS telah mengakui kesalahannya karna telah meminjamkann mobil tersebut kepada SW alias Ahon, ujarnya, karna keduanya, warga sipil maka akan kami limpahkan penanganannya ke Polda Metro Jaya.

Dodik Wijanarko menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, SW alias Ahon diduga telah melanggar Pasal 280 dan Pasal 288 UU No. 22 tahun 2019 tentang Lalulintas, dengan pidana kurungan paling 2 bulan atau denda paling banyak Rp.. 500 ribu.

Sementara terhadap dugaan perbutan  SW alias Ahon dan Kol. CPM (Purn) BHS melakukan tindak pidanana kelengkapan administrasi dan fisik kendaraan sesuai Pasal 263 ayat (1) KUHP, Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama enam  tahun.

Baca Lainnya