Rabu, 10 April 2019 13:21

Nama Emil Disebut dalam Sidang Meikarta

Reporter : Iman
Sidang suap izin Meikarta di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (10/4/2019).
Sidang suap izin Meikarta di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (10/4/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Mantan Kepala Bidang Penataan Ruang pada Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi Nurlaili mengaku pernah diajak oleh Henry Lincoln untuk bertemu Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Kang Emil) guna mempercepat persetujuan substansif terkait Perda RDTR.

Hal itu diungkapkan Neneng Rahmi dalam sidang suap izin Meikarta di Pengadilan Tipikor PN Bandung, Jalan RE Martadinata, Rabu (10/4/2019). Dalam sidang yang dipimpin Tardi beragendakan pemeriksaan terdakwa, sekaligus pemeriksaan saksi mahkota atau para terdakwa saling bersaksi untuk terdakwa lainnya. 

Baca Juga : Ungkap Kasus Suap Meikarta, JPU KPK Bakal Hadirkan 20 Wakil Rakyat Bekasi

Adapun para terdakwa yang dihadirkan, yakni mantan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, mantan Kadis PUPR Jamaludin, Kadis PTSP Dewi Tisnawati, Kadis Pemadam Kebakaran Sahat Maju Banjarnahor, dan Kabid Penataan Ruang PUPR Neneng Rahmi Nurlaili. 

Awalnya di persidangan JPU KPK Yadyn menanyakan kepada terdakwa Neneng Rahmi soal pemberian uang terkait RDTR ke Pemprov Jabar dan selama proses pembahasan RDTR. 

Baca Juga : Sidang Lanjutan Suap Meikarta, Anggota DRD Kab Bekasi Blak-blakan Soal 'Pelesiran' ke Thailand

Seperti di sidang sebelumnya Neneng menyebutkan jika pemberian ke Pemprov Jabar itu kepada Sekda Jabar Iwa Karniwa senilai Rp 1 miliar dalam bentuk dolar Singapura atau sebesar 90 ribu. 

"(Pemberian) itu untuk persetujuan substansif di Pemprov Jabar terkait Perda RDTR," katanya.

Baca Juga : Selain Pelesiran ke Thailand, Anggota DPRD Kab Bekasi Terima Rp 200 Juta dari Meikarta

Neneng pun mengaku semua pertemuan dengan pejabat di Pemprov Jabar ataupun anggota DPRD di Bekasi itu atas inisiasi Henry Lincoln yang saat itu menjabat sebagai Sekdis PUPR. 

"Dia pun mengajak saya bertemu Ridwan Kamil. Namun belum sempat terealisasi," katanya. 

"Kenapa dia mengajak bertemu Ridwan Kamil?" tanya jaksa.

"Henry Lincoln ingin RDTR cepat selesai," katanya.

"Apakah saat ini persetujuan substansif (RDTR) sudah ditandatangani," tanya jaksa lagi.

Neneng mengaku untuk tingkat kabupaten dan DPRD Bekasi sudah, namun untuk substansifnya di Pemprov Jabar hingga kini belum keluar.

Baca Lainnya