Limawaktu.id – Ribuan warga di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat masih menghadapi hari-hari berat setelah banjir besar merendam permukiman dan menelan banyak korban jiwa. Hingga Kamis (4/12/2025), proses pencarian dan penyaluran bantuan terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak. Tangis keluarga pecah ketika menemukan kerabatnya dalam kondisi tak bernyawa, sementara sebagian lainnya hanya bisa menyaksikan rumah mereka rata dengan tanah.
Derita yang dialami masyarakat Sumatera mengundang simpati luas dari berbagai penjuru tanah air. Salah satu yang menyampaikan rasa dukanya adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Melalui akun Instagram resminya, @nadiemmakarim—yang saat ini dikelola oleh tim kuasa hukumnya—Nadiem mengirimkan pesan empati dari dalam Rumah Tahanan Negara (Rutan).
“Tidak ada kata yang cukup menggambarkan rasa duka atas bencana banjir yang dialami saudara-saudari kita di Sumatera,” tulis Nadiem dalam Instagram Story, Kamis (4/12/2025). Ia juga menyampaikan doa agar para korban diberi ketabahan dan keluarga yang kehilangan anggota tercinta diberi kekuatan menghadapi musibah ini.
Tak hanya itu, Nadiem turut menyoroti perjuangan para petugas, relawan, dan warga yang terus bekerja membantu proses evakuasi dan penyaluran logistik. “Doa kami semoga para korban diberikan kekuatan, terutama keluarga yang kehilangan mereka yang dikasihi. Kami juga turut mendoakan mereka yang berjuang membantu,” lanjutnya.
Di akhir pesannya, Nadiem mengajak masyarakat untuk saling membantu dan menjaga solidaritas. “Marilah bersama-sama memberikan perhatian, bantuan dan doa kita serta saling menguatkan,” tulisnya, disertai tagar #PrayForSumatera.
Tragedi banjir di Sumatera kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian bersama dalam menghadapi bencana alam yang datang tanpa diduga. Pemerintah daerah, relawan, dan berbagai lembaga kemanusiaan masih terus bekerja untuk memastikan bantuan menjangkau seluruh warga terdampak. (imn)