Kamis, 4 Oktober 2018 15:20

Munculnya Dugaan Maladministrasi dalam Pembebasan Lahan IPAL di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Audiensi Pemilik Lahan di Kp. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi dengan Pihak DPRD dan Pemkot Cimahi di Ruang Komisi I DPRD Kota Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Kamis (4/10/2018).
Audiensi Pemilik Lahan di Kp. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi dengan Pihak DPRD dan Pemkot Cimahi di Ruang Komisi I DPRD Kota Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Kamis (4/10/2018). [Fery bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Dalam proses pembebasan lahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di RT 01/07 Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi muncul dugaan terjadinya maladministrasi.

Hal tersebut diungkap Numhadi Sumitra (77) salah seorang pemilik lahan usai menggelar audiensi dengan pihak DPRD dan Pemkot Cimahi di Ruang Komisi I DPRD Kota Cimahi, Jln. Djulaeha Karmita.

"Dalam rangka pembebasan lahan itu, ada aturan yang dilaksanakan. Sejak awal ini sudah menyalahi aturan sehingga lanjutannya jadi salah terus," tegas Numhadi.

Ia menjelaskan, seharusnya yang menunjuk penilai itu harusnya Badan Pertanahan Nasional (BPN), bukan instansi yang memerlukan tanah. Kemudian, proses pembebasannya pun harus melalui musyawarah. Tapi menurut Numhadi, tak ada proses musyawarah sekali pun.

"Jadi harga yang disampaikan bukan harga dasar musyawarah. Dianggap harga mati, harga yang ditetapkan penilai (appraisal). Dan penilai tugasnya bukan menetapkan, tapi menghitung nilai harga tanah," ujarnya.

Nilai harga yang dihitung pun, lanjut Numhadi, seharusnya adalah hasil yang ditetapkan dalam musyawarah. Jadi, tegasnya, sejak awal pihak pelaksana sudah salah menggunakan menggunakan aturan.

"Dan akhirnya masyarakat yang dirugikan," ucapnya.

Menurut Numhadi, laporan harga yang diterimanya ialah Rp1.200.000/meter. Harga terakhir tersebut merupakan harga terendah yang disampaikan oleh penilai tanpa proses musyawarah. Tercatat, ada 69 pemilik tanah yang terdampak pembebasan lahan tersebut.

Baca Lainnya