Senin, 17 September 2018 17:07

Mulai Oktober Tarif Air Naik, Begini Penjelasan Lengkap PDAM Tirta Raharja

Reporter : Fery Bangkit 
Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Sri Hartati Tengah Meninjau Produksi Air PDAM Tirta Raharja, Belum Lama ini.
Manajer Junior Humas dan Kesekretariatan PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung Sri Hartati Tengah Meninjau Produksi Air PDAM Tirta Raharja, Belum Lama ini. [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja akan memberlakukan tarif baru mulai pemakaian bulan Oktober mendatang.

Penetapan tarif baru ini mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 71 Tahun 2016 tentang Perhitungan dan Penetapan Air Minum.

Direktur Utama PDAM Tirta Raharja, Rudie Kusmayadi menjelaskan, faktor utama rencana kenaikan tarif kepada pelanggan dikarenakan penyesuaian dengan beban operasi yang semakin meningkat.

"Memang beban operasi kita meningkat, terutama untuk bahan-bahan operasi pengolahan air minum," katanya saat ditemui di PDAM Tirta Raharja, Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi, Senin (17/9/2018).

Dilanjutkannya, inflasi dan naiknya dolar menjadi pemicu meningkatnya beban operasional sehingga untuk menjaga kualitas pelayanan air kepada pelanggan, pihaknya harus menyesuaikan dengan tarif baru.

"Beban operasi ini meningkat sehingga kami sulit mengembangkan pelayaan PDAM, baik itu jaringan baru kemudian sistem yang lebih handal dan juga penambahan kapasitas produksi," jelasnya.

Kenaikan tarif berkisar antara 30-33%. Namun, kenaikan tidak akan dilakukan sekaligus, tapi akan dilakukan tiga tahap mulai Oktober mendatang. Rata-rata kenaikan tarif sebesar Rp6.000-7.000.

"Saya kira 33 persen cukup wajar. Kalau kami hitung dari UMK itu masih dibawah 4 persen," terangnya.

Rudie menampik jika kenaikan Tarif Air minum dikarenakan kerugian yang dialami oleh PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung. Ia pun mengungkapkan penetapan kenaikan tarif air minum dihitung berdasarkan kemampuan pelanggan yang berpenghasilan sama dengan UMK dan tidak melampaui 4% dari pendapatan.

Rudi mengatakan akan segera melakukan sosialisasi kepada pelanggan PDAM secepatnya. Dirinya menuturkan, jika ada pelanggan yang keberatan dengan kenaikan tarif tidak dapat mengubah harga.

Dirinya menambahkan, faktor lain yang membuat kenaikan tarif adalah biaya investasi membuat sistem penyediaan air minum yang mahal. Sementara pemasangan saluran baru di rumah hanya sebesar Rp 1.1 juta.

"Pelanggan PDAM hampir 40 persen pemakaiannya dibawah 10 meter kubik bisa dibayangkan dengan investasi yang besar dan 40 persen dibawah 10 meter kubik rata rata pembayaran dibawah 20 ribu dan berapa tahun mengembalikan nilai investasi. Ini menjadi pertimbangan bagi kami," bebernya.

Baca Lainnya