Senin, 16 April 2018 18:48

Mulai Ambruknya Bangunan Saksi Sejarah di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Bangunan bersejarah yang dulunya merupakan markas Polisi Istimewa di jaman perang kemerdekaan, kemudian dijadikan tempat tinggal sekaligus tempat praktek dr. Sanitiyoso yang merupakan Direktur pertama RSUD Cibabat.
Bangunan bersejarah yang dulunya merupakan markas Polisi Istimewa di jaman perang kemerdekaan, kemudian dijadikan tempat tinggal sekaligus tempat praktek dr. Sanitiyoso yang merupakan Direktur pertama RSUD Cibabat. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Kota Cimahi terpaksa harus kehilangan salah satu bangunan bersejarah. Bangunan yang sudah ada sejak 1940-an yang terletak di Jalan Amir Mahmud, Cimahi itu lini telah dibongkar untuk dijadikan akses tambahan Bank BJB cabang Cimahi.

Merujuk pada sejarah, dulunya rumah tersebut merupakan markas Polisi Istimewa di jaman perang kemerdekaan, kemudian dijadikan tempat tinggal sekaligus tempat praktek dr. Sanitiyoso yang merupakan Direktur pertama RSUD Cibabat setelah diserahkan ke Indonesia. Pada tahun 19.45-1946, beliau terlibat perang membantu kemerdekaan di Kota Cimahi.

"Ini yang belum banyak diketahui, kemudian rumah tersebut sekitar tahun 1946, sempat menjadi markas tentara pimpinan pasukan Belanda," ujar Iwan Hermawan, Pegiat Heritage Cimahi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (16/4/2018).

Namun rumah tersebut, kata dia, saat ini telah dijual oleh ahli waris keluarga dr Sanitioso ke pihak Bank BJB, hingga akhirnya dilakukan pembongkaran dan akan dialihfungsikan.

Sebetulnya, Iwan sangat menyayangkan atas pembongkaran rumah itu, karena rumah bersejarah itu salah satu peninggalan yang ada di jalan utama Kota Cimahi.

"Prihatin, karena saat ini icon-icon daerah atau bangunan lama itu sudah mulai habis," ujarnya.

Selain itu, rumah bersejarah itu merupakan rumah milik pribadi, sehingga pihaknya tidak bisa ikut campur dengan adanya pembongkaran tersebut.

Namun ia menyarankan pihak Bank BJB, untuk mempertahankan bangunan bagian depannya karena jika dilihat dari segi bantuk bangunannya memiliki nilai sejarah.

"Kalau dilihat dari fisiknya kan bagian belangkang sudah dihancurkan, saya sarankan untuk bagian depannya tetap dipertahankan sebagai icon atau bangunan heritage," katanya.

Ia percaya pihak Bank BJB akan mempertahankan bangunan depannya, lantaran kantor pusatnya yang berada di Braga Kota Bandung pun merupakan bangunan heritage.

"Saya yakin BJB sangat melindungi bangunan Heritage karena di kantor pusatnya juga mempertahankan bangunan Heritage, jadi di Cimahi juga seharusnya juga bisa," ujar Iwan.