Senin, 8 Juni 2020 11:48

MPP Berlanjut Tahun ini, Segini Anggaran yang Disiapkan Pemkot Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna-Ngatiyana Saat Menghadiri Groundbreaking MPP Kota Cimahi
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna-Ngatiyana Saat Menghadiri Groundbreaking MPP Kota Cimahi [Foto istimewa]

Cimahi - Pemkot Cimahi tetap mempertahankan anggaran untuk melanjutkan pembangunan Mall Pelayanan Publik (MPP) tahun ini. Pagu anggaran yang disiapkan mencapai Rp 46 miliar.

Dana yang bersumber dari Anggaran Belanja dan Pendapatan Daerah (APBD) tersebut tetap menjadi prioritas dan tidak tersentuh kebijakan refocusing dan realokasi anggaran untuk penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Cimahi.

Kepala Bidang Tata Bangunan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi, Deni Herdiana mengatakan, dokumen lelang sudah dimasukan ke Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Setda Kota Cimahi. Hanya saja memang ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi dan disesuaikan dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Kontruksi Melalui Penyedia.

"Dokumen sudah masuk tapi ada evaluasi sedikit-sedikit karena menyesuaikan dengan Permen PU Nomor 14 2020," terang Deni saat ditemui, Senin (8/6/2020).

Pihaknya menargetkan Agustus mendatang harus sudah ada tandatangan kontrak dengan pemenang lelang proyek MPP. Artinya, ada waktu lima bulan untuk menyelesaikan pembangunan yang terletak di Jalan Aruman, Cibabat tersebut.

Diakui Deni, besaran anggaran tersebut itu tidak akan mencukupi hingga membangun area parkir.

"Memang tidak sampai selesai kita di area parkiran. Fokus ke bangunan dulu parkiran tahun depan," sebut Deni.

Pembangunan MPP tahap pertama sendiri sudah dilakukan tahun lalu dengan mengerjakan bagian kontruksi utama bangunan. Seperti struktur, lantai hingga basement. Anggaran yang terkuras mencapai Rp 80 miliar.

Mega proyek tersebut berdiri di atas lahan milik Pemkot Cimahi seluas 11.005 meter persegi. Bangunan terdiri dari dempat lantai dengan satu basement. Menurut Deni, basement akan digunakan untuk lahan parkir.

Sementara lantai 1 dan 2 akan digunakan untuk ruang pelayanan berbagai instansi. Kemudian lantai 3 akan digunakan sebagai kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) serta Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bappenda).

Lantai 4 untuk kantor Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) hingga sebuah aula untuk acara-acara berbagai kegiatan.

"Kapasitas parkir kurang lebih 46 mobil dan 61 motor. Lahan parkir outdor kapasitasnya 58 mobil dan 88 motor," tandas Deni.

Baca Lainnya

Topik Populer