Warung Nasgor Ijo WNI kini tidak hanya dipadati oleh warga lokal Wangi-Wangi, tetapi juga mulai dilirik oleh para pelancong yang berburu kuliner autentik setelah seharian menyelam
Warung Nasgor Ijo WNI kini tidak hanya dipadati oleh warga lokal Wangi-Wangi, tetapi juga mulai dilirik oleh para pelancong yang berburu kuliner autentik setelah seharian menyelam [Istimewa]
News

Menyemai "PNS Berdikari" Lewat Sepiring Nasi Goreng Ijo di Wakatobi

Limawaktu.id, Wakatobi – Aroma gurih seafood segar yang berpadu dengan sengatan wangi cabai hijau langsung menyergap siapapun yang melintas di Jalan Poros Wanci, Wangi-Wangi.

Di depan sebuah kios sederhana bernama Kios Nur, sebuah papan nama bertuliskan "Warung Nasgor Ijo WNI Wakatobi" berdiri kokoh. Di balik kepulan asap wajan yang ikonik itu, ada sebuah cerita tentang kemandirian, visi pariwisata, dan mimpi membawa kuliner lokal naik kelas.

Warung ini bukan sekadar tempat pengisi perut yang lapar. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini lahir dari tangan dingin seorang perempuan bernama Haslia, yang sehari-hari mengabdi sebagai pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Wakatobi. Namun, saat melepas seragam dinasnya, Haslia adalah seorang srikandi ekonomi kreatif yang membawa misi besar: "PNS Berdikari".

"Kami ingin menunjukkan bahwa aparatur sipil negara juga bisa ikut bergerak nyata membangun ekonomi daerah," ujar Haslia sembari tersenyum, Rabu, 13 Mei 2026.

 Lewat slogan “Seporsi Semangat, Sepenuh Nikmat”, ia membuktikan bahwa abdi negara mampu memicu pemberdayaan ekonomi masyarakat tanpa harus meninggalkan tugas utamanya.

Menu Nasi Goreng di "Warung Nasgor Ijo WNI Wakatobi"
Menu Nasi Goreng di "Warung Nasgor Ijo WNI Wakatobi" 

 

Wakatobi telah lama dikenal dunia sebagai surga bawah laut. Namun, bagi Haslia, potensi terbesar kepulauan ini tidak hanya berhenti di terumbu karangnya, melainkan juga pada hasil lautnya yang melimpah. Dari sinilah menu-menu unik seperti Nasi Goreng Ijo seafood, cumi krispi, hingga tuna krispi lahir.

Agar cita rasa lokal ini mampu memikat lidah wisatawan mancanegara, Haslia mengambil langkah berani. Ia mendatangkan Chef Ipan, seorang konsultan Food & Beverage (F&B) berpengalaman dari Jakarta, untuk melakukan pendampingan intensif selama tiga bulan penuh.Kolaborasi antar-kota ini menjadi jembatan modernisasi dapur lokal.

Chef Ipan merombak standar penyajian, memperkuat konsistensi rasa sambal ijo, hingga merancang strategi pemasaran modern.

“Nasi Goreng Ijo Wakatobi ini punya karakter yang sangat kuat," puji Chef Ipan di sela-sela aktivitas dapur.

 "Sambal ijonya khas dan menyatu sempurna dengan seafood lokal. Potensinya sebagai identitas kuliner daerah sangat besar, tinggal bagaimana kita mengemasnya secara profesional agar menarik bagi turis.”

Menurutnya, setiap porsi makanan yang disajikan adalah duta budaya Wakatobi. Ia sadar betul bahwa status Wakatobi sebagai destinasi wisata dunia menuntut kesiapan industri kulinernya untuk tampil prima dan higienis.Perpaduan antara keramahan lokal, bahan baku yang super segar, serta manajemen branding digital yang rapi, perlahan mulai membuahkan hasil.

Warung Nasgor Ijo WNI kini tidak hanya dipadati oleh warga lokal Wangi-Wangi, tetapi juga mulai dilirik oleh para pelancong yang berburu kuliner autentik setelah seharian menyelam.Melalui kepulan asap dari wajan Haslia, Wakatobi sedang menulis cerita baru. Sebuah cerita di mana sinergi antara abdi negara, tenaga profesional, dan kekayaan alam lokal berpadu, membuktikan bahwa kuliner daerah tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga mampu berdiri tegak di panggung pariwisata dunia.

Baca Lainnya

Topik Populer