Limawaktu.id, Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Rini Widyantini menyatakan dukungannya terhadap transformasi organisasi di Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan guna memperkuat kelembagaan dan tata kelola pelayanan pencarian dan pertolongan (SAR) secara nasional.
Menurut Rini, penataan kelembagaan Basarnas diarahkan untuk meningkatkan efektivitas, profesionalisme, serta kecepatan respons dalam pelaksanaan operasi SAR. Penguatan tersebut dilakukan melalui penataan struktur organisasi, peningkatan kualitas dan kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan digitalisasi sistem.
“Penguatan kelembagaan Basarnas merupakan bagian dari prioritas nasional dalam meningkatkan ketangguhan negara terhadap bencana dan kecelakaan. Penataan dilakukan untuk memastikan efektivitas pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan secara nasional,” ujar Rini saat bertemu dengan Kepala Basarnas Mohammad Syafii di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Rabu, 15 April 2026.
Ia menambahkan, penguatan sistem SAR Nasional sejalan dengan Asta Cita ke-8 Presiden, yang menitikberatkan pada pembangunan ketahanan nasional terhadap berbagai risiko bencana.
Penataan organisasi dan tata kerja Basarnas sendiri mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2016. Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa Basarnas merupakan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden, menandakan fungsi SAR sebagai bagian strategis dalam sistem nasional.
Selain penguatan di tingkat pusat, Basarnas juga mengusulkan penataan organisasi pada sejumlah unit pelaksana teknis (UPT) di daerah. Langkah ini diharapkan mampu mendukung kinerja Basarnas dalam menjamin operasi SAR yang andal, efektif, aman, dan berstandar internasional di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami berharap setelah pembahasan ini, unit-unit pelaksana teknis yang telah kita diskusikan bersama dapat semakin memperkuat kinerja Basarnas ke depan,” kata Rini.
Sementara itu, Kepala Basarnas Mohammad Syafii menegaskan bahwa reformasi kelembagaan yang dilakukan sejalan dengan arah pembangunan nasional.
“Upaya reformasi yang kami lakukan diarahkan untuk mendukung Asta Cita Presiden. Penataan organisasi dan penguatan fungsi di Basarnas menjadi bagian penting untuk memastikan kebijakan di bidang SAR berjalan efektif,” ujarnya.