Limawaktu.id, Jakarta – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman merencanakan pada 8 Maret 2026 dilakukan groundbreaking Rusun Subsidi Meikarta. Hal ini dilakukan bukan sekadar membangun gedung, tapi membangun harapan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebutkan, Data menunjukkan dalam 5 tahun terakhir pembiayaan rusun subsidi baru 140 unit. Angka ini terlalu kecil. Dengan arahan Presiden, kita harus berani melakukan terobosan dan memanfaatkan lahan yang ada untuk kepentingan rakyat.
“Sebelum membangun, kita lakukan survei yang benar pahami kebutuhan konsumen, cek ekosistemnya: sekolah, rumah sakit, pasar, tempat kerja, dan transportasi. Rusun tidak boleh berdiri sendiri. Harus hidup dan produktif. Terima kasih kepada Lippo Group atas diskusi dan komitmennya. Kolaborasi seperti ini yang kita butuhkan,” ungkap Mneteri yang akrab disapa Ara ini, Jum’at, 20 Agustus 2026.
Tak hanya dengan Lippo Grup pihak Kementerian PKP juga bertemu dengan jajaran PT Astra International Tbk yang menyampaikan komitmen untuk mendukung Program 3 Juta Rumah melalui pembangunan dan renovasi 3.250 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah pada tahun 2026.
“Kami mengapresiasi langkah Astra sebagai bentuk nyata dukungan sektor swasta dalam menghadirkan hunian layak bagi rakyat. Program ini akan menyasar masyarakat desil 1–4 melalui pendataan bersama BPS agar pelaksanaannya tepat sasaran,” ujar Ara.
Dia menjelaskan, dari total bantuan tersebut, sebanyak 2.500 unit dialokasikan untuk renovasi dan peningkatan sanitasi rumah, serta 750 unit pembangunan rumah baru.
“Kolaborasi ini juga mendorong program gentengisasi dengan melibatkan UMKM lokal, sehingga pembangunan perumahan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat. Kami percaya, penyediaan hunian layak tidak bisa dilakukan sendiri. Sinergi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” pungkasnya.