Senin, 25 Maret 2019 19:01

Mengenang Sosok Iis The Rollies dan Penyakit yang Dideritanya

Reporter : Fery Bangkit 
Tengku Zulian Iskandar Personil The Rollies.
Tengku Zulian Iskandar Personil The Rollies. [net]

Limawaktu.id - Tengku Zulian Iskandar alias Iis adalah salah satu pendiri grup band The Rollies. Namun, karirnya harus terhenti, Minggu (25/3/2019).

Pasalnya, pria 69 tahun itu meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat  karena menderita penyakit pembengkakan jantung yang sudah dideritanya sejak tiga bulan terkahir.

Saat ditemui di kediamannya di Kompleks Cihanjung, Jalan Kemuning III nomor 3, blok C, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Senin (25/3/2019), suasana duka masih menyelimuti keluarga.

Sejumlah karangan bunga ucapan belasungkawa dari berbagai pihak juga masih berjajar di depan kediamannya. Bahkan sejumlah kerabat almarhum Iis The Rollies itu masih silih berganti berdatangan.

"Satu minggu yang lalu papa masuk rumah sakit, lalu papa pulang lagi karena sudah sehat. Kemudian pada Kamis (21/3/2019) beliau pergi ke Jakarta menggunakan kereta karena mau manggung," ujar TM Reza Iskandar (25), putra almarhum.

Tak sampai disitu, Iis juga sehari sebelum meninggal sempat manggung di Jakarta dalam acara reunian. Padahal, kata Reza, saat dua kali manggung itu kondisinya belum fit, namun Iis tetap menjalani rutinitasnya.

Setelah pulang manggung, kata Reza, Iis merasa kelelahan sehingga gejala pembengkakan jantungnya kambuh, akhirnya pada Sabtu malam tepatnya sekitar pukul 24.00 WIB, Iis dibawa pihak keluarga untuk dirawat di RSUD Cibabat.

"Disana hanya diberikan oksigen saja, lalu pukul 02.00 WIB niatnya mau dibawa pulang lagi tapi papa merasa sesak lagi, bahkan pada pukul 03.00 WIB kondisinya kritis," kata Reza.

Atas hal tersebut, lanjutnya, pihak rumah sakit menyarankan untuk dipasang selang kateter, namun Iis menolak karena tidak kuat menahan sakitnya. Kemudian setelah Iis buang air besar kondisinya semakin ngedrop.

"Papa meninggal di ICU sekitar pukul 09.05 WIB hari minggu. Padahal beberapa hari sebelumnya sempat manggung dua kali," katanya.

Semasa hidupnya, Iis itu tak lepas dari dunia permusikan, bahkan disela kesibukannya yang juga bekerja di sebuah proyek batu bara itu kerap berdiskusi dengan anak-anaknya terkait musik.

Menurut TM Reza Iskandar, Iis merupakan sosok seorang ayah tetapi ketika sudah berdiskusi terkait musik, sosoknya seperti teman yang enak diajak berbincang, terutama terkait urusan musik.

"Meski kelahiran tahun 1949 papa itu pemikirannya luas dan pemikirannya itu masih anak muda banget," ujar Reza.

Selain kerap berbincang atau berdiskusi terkait musik dengan kedua anaknya, semasa hidupnya Iis juga kerap berbincang dengan anak-anak muda yang ada di lingkungan kediamannya.

"Papah juga dekat dengan masyarakat disini terutama sama anak muda, sehingga ketika papa meninggal mereka juga sangat kehilangan banget," katanya.

Ketika berbincang dengan anak-anak muda di sekitar rumahnya, lanjut dia, obrolannya tak lepas dengan dunia permusikan. Sehingga mereka juga merasa asyik dan sangat merasa dekat dengan musisi pemain gitar di grup band The Rollies tersebut.

"Kalau sudah ngobrol urusan musik, papa itu orangnya asyik banget. Jadi teman-teman saya atau anak muda disini merasa asyik banget ketika ngobrol sama papa disini," ujar Reza.

Dilansir dari Wikipedia, The Rollies terbentuk atas gagasan Deddy Sutansyah yang lebih dikenal sebagai Deddy Stanzah, kemudian dipertengahan era 60-an Deddy mengajak seorang drummer, Iwan Iskandar, dan gitaris, Tengku Zulian Iskandar Madian, dari kelompok Delimas serta Delly dari kelompok Genta Istana. Deddy lalu memilih nama Rollies sebagai identitas baru dari nama bandnya itu.

Rollies itu berasal dari jenis rambut mereka berempat yang kebetulan Deddy dan Iskandar berambut roll (keriting), sedangkan Delly dan Iwan berambut lurus, kemudian disingkat menjadi rollies.

Saat pertama terbentuk The Rollies sering membawakan lagu-lagu dari grup musik luar negeri di antaranya seperti The Beatles, Bee Gees, The Rolling Stones karena saat itu memang eranya British Invasion. 

Kemudian di penghujung tahun 1967, Bangun Sugito, alias Gito Rollies, mulai bergabung bersama The Rollies sebagai vokalis yang kerap membawakan lagu-lagu dari Tom Jones, Engelbert Humperdink, dan sejenisnya. 

Singkat cerita, di era 1977-1979, The Rollies mendapat kontrak rekaman dari Musica Studio's. Di era inilah The Rollies banyak menghasilkan hits seperti Sinar Yang Hilang (Wandi Kuswandi), Dansa Yok Dansa, dan Bimbi (Titiek Puspa), Hari Hari dan Kemarau (Oetje F Tekol), hingga Kau yang Kusayang (Antonius).

Selama berjaya di dunia musik, The Rollies tetap konsisten memainkan lagu lagu bergenre  Pop, Soul, Funk dan Jazz Rock. Sepanjang perjalanan bermusiknya The Rollies telah menghasilkan sekitar 18 album.

Baca Lainnya