Sabtu, 20 Oktober 2018 14:23

Mengenal Senjata Senjata Peninggalan Belanda di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed). Di Pusdik yang berlokasi di Jalan Baros, Cimahi Tengah itu masih terdapat bangunan tua dan senjata militer peninggalan masa penjajahan Belanda.
Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed). Di Pusdik yang berlokasi di Jalan Baros, Cimahi Tengah itu masih terdapat bangunan tua dan senjata militer peninggalan masa penjajahan Belanda. [Fery Bangkit/limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Julukan Cimahi sebagai kota militer rasanya tepat disematkan. Sebab, memang banyak peninggalan sejarah militer yang masih berdiri kokoh di kota yang mandiri tahun 2001 ini.

Ada belasan Pusat Pendidikan (Pusdik) militer dan markas tentara di Cimahi. Selain itu, bukti sejarah kemerdekaan pun masih terdapat di beberapa sudut di Kota Cimahi.

Salah satunya di Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed). Di Pusdik yang berlokasi di Jalan Baros, Cimahi Tengah itu masih terdapat bangunan tua dan senjata militer peninggalan masa penjajahan Belanda.

Ditempat tersebut, terdapat sejumlah senjata-senjata berat jarak jauh, seperti meriam peninggalan Belanda dan yang terbaru Pusdik Armed memiliki roket MLRS Astros MK II buatan Brazil, meriam 155 mm Caesar buatan Perancis, meriam 155 mm KH-179 buatan Korea Selatan dan Meriam GS M109A4-BE 155 mm buatan Amerika serikat.

Ketika sampai di depan gerbang Pusdik Armed pun, sudah terlihat senjata jenis Honisut kaliber 19,01 cm buatan Inggris tahun 1942 yang berdiri gagah. Setelah beberapa meter melewati gerbang utama langsung terlihat sejumlah meriam yang lain dipajang disetiap sudut Pusdik Armed.

Tak jauh dari itu terdapat juga beberapa kendaraan militer seperti tank. Kendaraan tersebut diperbolehkan untuk diabadikan oleh pengunjung termasuk peserta jelajah dari Komunitas Tjimahi Heritage.

Bahkan pengunjung juga diperbolehkan untuk menaiki beberapa kendaraan militer itu. Mereka naik turun kendaraan militer yang tampak gagah dengan warna hijau khas militer.

Selain itu terapat juga lapangan bola yang hijau dan rapi, ada juga sebuah monumen dengan nama-nama dari berbagai kesatuan dan hal lain yang menarik dari Pusdik Armed adalah suasana yang bersih, hijau, sehingga kondisinya tampak asri.

"Pusdik-Pusdik yang ada di Kota Cimahi (termasuk Pusdik Armed) merupakan peninggalan dari zaman ganisun Hindia Belanda," ujar Ketua Komunitas Tjimahi Heritage, Machmud Mubarok, Sabtu (20/10/2018).

Saja, kata Machmud, untuk di Pusdik yang lain persenjataannya bukan senjana yang zaman lampau, tetapi Pusdik Armed memiliki senjata zaman lampau atau zaman Verenigde Oost Compagnie (VOC) abad ke-18.

"Yang luar biasa ada meriam sapu jagat yang dari zaman VOC sampai sekarang masih bisa berpungsi. Tapi untuk senjata yang lain ada yang sudah dimuseumkan dan dulu hanya disimpan di gudang," jelasnya.

Namun saat ini, lanjutnya, sebagian meriam ada yang dipajang di Pusdik tersebut, sehingga bisa membuat Pusdik Armed menarik dan bisa mendukung upaya untuk melestarikan senjata TNI.

"Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista) disini jumlahnya cukup banyak yang terbaru ada meriam Caesar sama Astros kemudiam meriam Yugo tahun 1946 yang masih berfungsi," tuturnya.

Sementara terkait bangunan yang ada di Pusdik Armed, kata Machmud, saat ini struktur bangunannya sudah banyak yang dirubah. Untuk struktur bangunannya yang masih utuh diantaranya kamar mandi dan barak.

Ia mengatakan, saat ini sudah banyak bangunan baru karena setiap tahun banyak prajurit TNI yang mengikuti pendidikan ditempat tersebut, sehingga harus ada penambahan bangunan.

"Sudah banyak struktur bangunan yang dirubah, tapi kalau bangunan yang ada didepan masih utuh, dulunya digunakan untuk base camp artileri," katanya.

Pemandu sejarah Pusdik Armed, Kapten Arm Eri Gunawan, mengatakan, meriam zaman dulu yang dipajang di Pusdik Armed jumlah mencapai 10 meriam buatan dari berbagai negara, diantaranya buatan Inggris, Jepang, Belanda, Cheko dan Swiss.

"Pemeliharannya hanya dibersihkan saja karena yang dipajang sudah tidak berfungsi. Paling dicat ulang agar enak dipandang pengunjung," katanya.

Sedangkan untuk meriam lampau yakni meriam Sapu Jagat yang masih berfungsi, lanjutnya, kerap digunakan saat perayaan HUT Armed, saat ini meriam tersebut disimpan digedung Achmad Yani.

Ia mengatakan, kelebihan meriam tersebut, keluaran abad ke-17, namun hingga saat ini masih bisa digunakan dan kerap ditembakan sebagai sombolis penembakan meriam sapu jagat.

"Yang menembakannya para sesepuh Armed saat perayaan HUT Armed pada tanggal 4 Desember," kata Eri.

Terkait bangunan yang ada di Pusdik Armed, kata Eri, saat ini 20 persen ada yang sudah dirubah dan 80 persennya masih asli seperti jaman dulu.

"Keinginan kita semua bangunan tetap seperti aslinya, tapi karena perkembangan zaman dan banyaknya prajurit TNI yang pendidikan disini harus ada yang dirubah biar satu bangunan itu bisa menampung banyak prajurit," pungkasnya.

Baca Lainnya