Limawaktu.id - Pendiri Imah Noong Observatorium dan Musholatorium, Hendro Setyanto mengatakan, masyarakat di Jawa Barat saat ini memiliki kesempatan untuk melakukan kalibrasi arah kiblat.
Pasalnya, posisi matahari akan tepat berada di atas ka'bah pada Rabu (15/7/2020) sekitar pukul 12.27 waktu Arab Saudi atau 16.27 WIB.
Salah satu alat pengukur alat kiblat yakni Mizwala Qibla Finder. Alat tersebut berbentuk bulat yang di atas papannya dipasangi tongkat istiwa untuk memproyeksikan bayangan matahari lalu menentukan arah kiblat.
Alat tersebut ditemukan pada tahun 2011 oleh Hendro, yang merupakan alumni astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB). Mizwala Qibla Finder dibuat untuk memudahkan penentuan arah kiblat, tanpa harus selalu menunggu posisi matahari tepat di atas ka'bah selama ada sinar matahari.
"Jadi dengan Mizwala Qibla Finder ini penentuan arah kiblat bisa setiap saat. Kalau sekarang memang momennya sangat pas karena posisi matahari tepat ada di atas ka'bah karena tidak semua punya alat penentu arah ka'bah," ungkap Hendro saat ditemui di Imah Noong, kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (15/7/2020).
Saat digunakan, Mizwala Qibla Finder harus ditempatkan di bawah matahari. Bidang dial yang di atasnya ada grafis skala penentu arah bakal memproyeksikan bayangan matahari dengan tongkat istiwa yang ada di tengahnya.
Setelah itu, pengukur harus mengetahui azimut matahari lalu disinkronkan dengan azimut Mekah. Nantinya akan diketahui relatif azimut Mekah terhadap azimut matahari yang sekaligus menunjukkan arah ka'bah.
"Jadi harus tahu dulu azimut matahari dan azimut Mekah baru bisa menentukan arah kiblatnya. Tapi tidak melulu harus saat matahari tepat di atas ka'bah karena bisa setiap saat. Kalau dengan alat ini, sebetulnya lebih fleksibel karena alatnya sudah memuat semua grafik penghitungan yang dibutuhkan," terangnya.
Alat tersebut saat ini sudah diproduksi hampir mencapai 600 unit yang tersebar di lembaga keagamaan seperti KUA, MUI, maupun Kementerian Agama.
"Sudah banyak juga kami produksi, karena banyak yang pesan juga. Untuk alat ini bekum didaftarkan Haki, karena prosesnya lama tapi belum tuntas," tandasnya.