Limawaktu.id, Kota Bandung – Vakum selama sekitar satu dekade, Pasar Seni ITB kembali digelar pada Sabtu dan Minggu, 18 dan 19 Oktober 2025. Helatan yang menjadi ikon Budaya Kota Bandung ini kembali hadir kembali di kota yang penuh dengan kreativitas dengan menghadirkan berbagai acara dari mulai festival, talkshow, pameran hingga hiburan. Ratusan Ribu orang tumpah ruah menyaksikan even yang sudah berlangsung sejak tahun 1970 an ini.
Namun, dibalik meriahnya agenda yang sudah melegenda ini ada hal yang baru digelar di Pasar Seni ITB ini. Para alumni yang terbagi dalam beberapa dekade sejak tahun 1970 hingga 2011 ikut memeriahkan Pasar Seni ITB 2025. Di wahana Kampung Alumni sederet acara pun digelar oleh para alumni, sehingga menjadikannya sebagai sebuah nostalgia.
“Kampung Alumni ini merupakan sebuah tempat bagi para alumni untuk bersilaturahmi, berjualan ataupun menunjukan karyanya. Di Kampung Alumni ini kami bagi menjadi 5 dekade, yaitu dekade 1960 -1969, Dekade 1970- 1979, Dekade 1980-1989, Dekade 1990 – 199, Dekade 2000 -2011,” terang Ketua Kampung Alumni Elina Farida Eksan, Minggu, 19 Oktober 2025.
Menurut Elina, di Kampung Alumni ini deigelar demo, talkshow, ada yang jualan,bermain musik dan sebagainya, semua alumni jika tidak memiliki waktu yang banyak atau takut berdesakan semuanya kumpul di Kampung Alumni. Sedikitnya ada 100 Alumni Fakultas Seni Rupa dan Design ITB yang ikut berpartisipasi di ajang Pasar Seni ITB tahun ini.
“Akhirnya yang bukan panitia juga ikut membantu mensukseskan Kampung Alumni ini. Semoga saja dengan adanya Kampung Alumni ini nantinya akan ada kerjasama antar lintas angkatan,” katanya.
Dari sederet kegiatan yang digelar di Kampung Alumni ini, ada atraksi memukau yang dipertontonkan Alumni FSRD ITB 1979 Teddy Suchyar. Salah seorang desainer yang juga menjadi pelukis ini melakukan perform dengan melukis secara on the spot di Kampung Alumni. Atraksi Teddy Suchyar ini menjadi tontonan unik bagi para pengunjung dan alumni, karena aktivitas melukis yang dilakukannya dengan memadukan unsur dan entertaint yang memikat. Dalam hitungan kurang dari setengah jam saja, Teddy Suchyar mampu menyelesaikan lukisan yang dibuatnya. Dia mengaku lukisn buatannya terinspirasi dari Pasar Seni ITB 2025.
“Kalau untuk perform di Pasar Seni ITB ini barus sekarang saya lakukan, namun saat 45 Tahun Seni Rupa ITB saya sempat perform bersama dengan Pak Sumaryo. Siapa tahu hasil karya saya bagus bisa dijual. Kontribusinya nanti dengan panitia. Yang penting kita berkarya dulu sebagus mungkin, mudah-mudahan ada kolektor yang berminat kita bisa jual,” ungkap Teddy.
Dia mengaku sangat bangga, gembira dan bahagia bisa ikut berkontribusi dalam Pasar Seni ITB 2025, karena merupakan salah satu impian dari para alumni untuk berkegiatan kembali.
“Puluhan tahun lalu saya kuliah disini dan sejak 40 tahun lalu sekarang bisa memberikan kontribusi bagi kampus,sekaligus bernostalgia” paparnya.
Teddy berharap Pasar Seni ITB ini bisa berjalan dengan sukses dan lancar serta membahagiakan semua orang.