Rabu, 11 April 2018 16:38

Mediasi Buntu, Jawaban Pihak Pemkot tak Puaskan Pedagang Pasar Atas Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Ingin segera pembangunan dilanjutkan, sekitar 100 pedagang pun mendatangi kantor DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita pada Rabu (11/4/2018).
Ingin segera pembangunan dilanjutkan, sekitar 100 pedagang pun mendatangi kantor DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita pada Rabu (11/4/2018). [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Para pedagang pasar atas Cimahi mendesak Pemerintah Kota Cimahi segera merampungkan pembangunan lanjutan Pasar Atas Barokah (PAB).

Pembangunan mega proyek itu dimulai sejak Oktober 2016. Hingga akhir tahun 2016, sesuai kontrak dengan, pembangunan diklaim sudah mencapai 30% dengan menghabiskan anggaran Rp 8 miliar dari pinjaman swasta.

Baca Juga : Dear Pedagang, Catat Nih Janji Ajay Soal Pembangunan PAB

Namun setelah itu, pembangunan lanjutan selalu mandeg dan tidak pernah direalisasikan lagi. Pemerintah Kota Cimahi selalu berkutat dengan review perencanaan terbaru.

Bahkan, setelah sebelumnya Pemkot Cimahi fokus menggunakan pinjaman swasta, kini anggaran pun berpaling akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi.

Ingin segera pembangunan dilanjutkan, sekitar 100 pedagang pun mendatangi kantor DPRD Kota Cimahi, Jalan Djulaeha Karmita pada Rabu (11/4/2018).

Dihadapan Ketua DPRD Kota Cimahi Achmad Gunawan, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi Adet Chandra serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Cimahi Ahmad Nuryana, para pedagang pun mengutarakan keinginannya.

Usai mediasi, Ketua Persatuan Pedagang Pasar Atas, Nurul Ain mengatakan, tuntuan pedagang dalam mediasi kali ini adalah mendesak Pemkot Cimahi segera menyelesaikan pembangunan PAB yang sudah mangkrak hampir dua tahun.

"Kita para pedagang korban kebakaran menuntut segara dilanjutkan pembangunan. Tadi alhamdulillah katanya akan selesai tahun 2018," katanya, Rabu (11/4/2018).

Tuntutan kedua adalah lokasi penempatan para pedagang. Ditegaskan Nurul, para pedagang tetap ngotot menginginkan semua pedagang ditempatkan di lantai dasar. Sebab, dengan ditempatkan dilantai dasar semua, mobilitas pedagang maupun konsumen akan mudah.

"Sekarang ada di lantai 1 (satu) sepi total. Sebagian yang jualan di lantai 1 (satu) sudah bangkrut," tuturnya.

Namun, permasalahan penempatan pedagang menemui jalan buntu. Nurul, mewakili para pedagang berharap, keinginannya itu bisa diakomodir oleh pihak Pemkot Cimahi.

"Mudah-mudahan bisa berubah perencanaan dari Pemkotnya," ucapnya.

Menanggapi keinginan pedagang, Kepala Disdagkoperind Kota Cimahi Adet Chandra menjelaskan, berdasarkan perencanaan terakhir, pihaknya akan menempatkan 423 pedagang pada lantai satu.

"Kalau lantau dasar itu untuk terminal, kantor," katanya.

Sementara, jika keinginan para pedagang ini diakomodir, maka akan merubah rencana awal. Dampaknya, waktu penyelesaian pasar akan semakin panjang, dan akan berpengaruh terhadap perubahan anggaran.

Proses pembangunan lanjutan sendiri akan baru akan memasuki proses lelang akhir April ini. Estimasi Anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan PAB sendiri mencapai Rp 57 miliar dari APBD Kota Cimahi.

"Anggaran itu sudah sampai selesai pembangunan," ucapnya.

Baca Lainnya