Kamis, 21 Desember 2017 15:37

Mayoritas IKM di Cimahi Tak Miliki HaKI

Reporter : Fery Bangkit 
Euis Djuliati, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi.
Euis Djuliati, Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi mengungkapkan, selama ini pihaknya sudah memfasilitasi sekitar 300 industri Kecil Menengah (ikm) untuk mendaptkan Hak Kekayaan Intelektual (haki).

Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi, Euis Djuliati mengatakan, 300 IKM tersebut mulai mendaftar hak merk sejak tahun 2015, namun yang baru diketahui sudah memiliki HaKI baru 10-20 saja.

“Yang sudah difasilitasi kurang lebih 300 IKM. Lebih ke hak merek dari 2015. Yang baru melapor ke kita baru sekitar 10-20 yang sudah dapat HakI, sisanya gak melapor,” terangnya, Selasa (21/12/2017).

Menurut Euis, proses untuk mendapatkan HaKi bisa dikatakan sulit. Selain itu, prosesnya juga cukup memakan waktu lama.

Dia juga belum mengetahui penyebabnya, pasalnya yang memiliki kewenangan soal HaKI ialah pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

“Prosesnya lama. Paling sebentar dua tahun, bahkan ada umkm kita nunggu 5 (lima) tahun tapi ditolak,” katanya.

Selama ini, terang Euis, pihaknya hanya bertugas menjadi fasilitator saja. Sementara yang bertugas memberikan HaKI adalah Kemenkominfo.

Selain itu, Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Cimahi juga tidak menganggarkan secara khusus untuk HaKI.

“Kalau HaKI, kita tidak membuat anggaran tersendiri, makanya kita memanfaatkan fasilitas dari provinsi, jadi kita daftarkan mana yang mau prodaknya di HaKI kan,” jelas Euis. (kit)

Baca Lainnya