Sabtu, 1 Februari 2020 21:22

Mau Ambil Air, Warga Leuwigajah Kaget Tiba-tiba Muncul Uap dari Sumur

sumur milik Hambali (68) di Gang Warga Jalan Kihapit Barat RT 0209 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi
sumur milik Hambali (68) di Gang Warga Jalan Kihapit Barat RT 0209 Kelurahan Leuwigajah Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi [Fery Bangkit]

Limawaktu.id - Kemunculan uap dari dalam sumur milik Hambali (68) di Gang Warga, Jalan Kihapit Barat, RT 02/09, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi menggegerkan warga.

Kemunculan uap pada sumur dengan kedalaman 25 meter itu mulai terlihat sejak Rabu (29/1/2020). Saat itu, pemilik merasa aneh air dalam sumurnya menjadi panas secara tiba-tiba.

Saat itu, kata Hambali, ia hendak mengambil air di sumur yang berada di bagian belakang rumahnya. Namun anehnya airnya malah mengeluarkan uap.
 
"Ya kaget, takutnya mesin jetpump korslet tapi ternyata bukan. Dinding sumurnya juga panas pas dipegang. Saya coba ambil airnya, ternyata memang sangat panas," ujar Hambali, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (1/2/2020). 

Pada hari pertama temuan sumur panas, saat diukur dengan termometer suhunya mencapai 48 hingga 50 derajat celsius.  Namun hingga saat ini suhunya terus mengalami penurunan. 

"Sekarang menurun suhunya, hangat kuku. Mungkin sekitar 30 derajat," ucapnya.

Air sumur itu hanya digunakan untuk kebutuhan mandi dan mencuci berbagai kebutuhan rumah tangga saja. "tidak kita pakai untuk konsumsi, hanya untuk mandi saja. Ya karena belum tahu kandungannya. Tapi memang airnya tidak ada rasa dan baunya," jelasnya. 

Kemudian, Hambali melaporkan temuan tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi sebab khawatir uap tersebut merupakan gas beracun. Apalagi posisinya memang berdekatan dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE). 

Pada Kamis (30/1/2020), petugas DLH beserta Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Kelurahan Leuwigajah serta pihak SPBE mengambil sampel air.

"Diambilnya 2 jerigen mungkin antisipasi ada kebocoran juga. Hasilnya bisa diketahui 2 minggu lagi," terangnya.

Menurut kesaksian Hambali, fenomena munculnya uap hingga air panas baru kali ini terjadi di sumur miliknya. "Selama 47 tahun saya tinggal di sini ga baru kali ini kejadian air sumur jadi panas. Kalau saya sih engga terlalu khawatir, tapi istri yang justru panik, jadi terpaksa lapor ke pihak berwenang," tandasnya.

Terpisah, Kepala DLH Kota Cimahi, Mochammad Ronny membenarkan pihaknya sudah menerima dan mengambil sampel air dari sumur milik Hambali. Air tersebut akan dilakukan pengujian selama 14 hari.

"Untuk saat ini kita belum bisa menyimpulkan hasilnya. Nanti baru bisa diketahui setelah ada hasil uji labolatoriumnya," ujarnya. 

Baca Lainnya