Senin, 24 September 2018 12:40

Mantan Sekda Masuk Pansel Rotasi Pejabat Eselon II Pemkot Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Muhammad Yani masuk tim Panitia Seleksi (Pansel) rotasi pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Cimahi.
Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Muhammad Yani masuk tim Panitia Seleksi (Pansel) rotasi pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Cimahi. [Fery Bangkit / Limawaktu]

Limawaktu.id - Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi, Muhammad Yani masuk tim Panitia Seleksi (Pansel) Rotasi pejabat eselon II di lingkungan Pemkot Cimahi.

Muhammad Yani ditunjuk menjadi anggota Pansel bersama empat akademisi, birokrat serta budayawan lainnya dari berbagai perguruan tinggi.

Baca Juga : Pertegas Sebagai Daerah Militer, Pemkot Cimahi Gelar Festival Kreasi Seni Antar Pusdik

"Pak Wali membentuk Pansel, terdiri 5 (lima) orang akademisi Unpas, Upi, budayawan, bikorkrat, mantan birokrat, Pak Yani (mantan Sekda Kota Cimah)," ungkap Kepala Badan Pengelola Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Daerah (BPKSDMD), Harjono saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Senin (24/9/2018).

Pansel bertugas untuk menyeleksi para pejabat eselon II di Pemkot Cimahi. Tercatat ada 14 setingkat kepala dinas, kepala badan dan asisten serta satu kepala dinas yang akan diseleksi.

Baca Juga : Mempertegas Ciri Cimahi Sebagai Kota Militer dengan Festival Kreasi Seni Pusdik TNI

Esok, lanjut Harjono, Pansel akan melakukan penskoran terhadap rekam jejak masing-masing pejabat. Dimulai dari penilaian aspek personality hingga kompetensi masing-masing.

"Knowledge, skill dan atitude dalam unjuk kerja. Format penilaiannya sudah dibuat," katanya.

Baca Juga : Bocoran Perombakan Asisten dan Bakal Kadis di Pemkot Cimahi

Kemudian, tanggal 26-27 September dilakukan tes wawancara terhadap semua pejabat eselon II. Setelahnya, Pansel akan melaporkannya kepada Wali Kota Cimahi.

"Kemudian 28 (September) paling cepat atau 2 Oktober Wali Kota berusrat ke KASN untuk melakukan rotasi," terang Harjono. Setelah itu, baru akan dilaksanakan pelantikan.

Para pejabat sendiri diperbolehkan untuk mengusulkan ingin ditempatkan dimana. Tapi, hasil penempatan tetap harus melalui hasil assesment dan penilaian dari Pansel. Sedangkan keputusan tetap ada di Wali Kota.

"Misal saya lebih layak di sini (BPKSDMD), ata ada dinas lain yang lebih kompeten," jelasnya.

Setelah pelantikan, akan dilangungan seleksi terbuka atau open bidding untuk mengisi kekosongan pimpinan di sejumlah OPD.

Di antaranya Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga, Kasatpol PP, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi Informasi Arsip dan Perpustakaan serta Kepala Badan Pengelolaan dan Pendapatan Daerah.

Baca Lainnya