Jumat, 12 Oktober 2018 16:06

Maaf!Pemadaman Listik Cimahi-KBB Terus Berlanjut, ini Sebabnya

Reporter : Fery Bangkit 
Ari Bhayangkara, Supervisor Teknik PLN Area Cimahi saat ditemui di Kantor PLN Area Cimahi, Jln. Amir Mahmud, Jum'at (12/10/2018).
Ari Bhayangkara, Supervisor Teknik PLN Area Cimahi Saat Ditemui Di Kantor PLN Area Cimahi, Jln. Amir Mahmud, Jum'at (12/10/2018). [Fery Bangkit/Limawaktu]

Limawaktu.id, Cimahi - Pemadaman listrik bergilir di wilayah Kota Cimahi-Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih akan terjadi selama proses perbaikan pembangkit listrik di Cilacap, Muara Tawar, Paiton dan Indramayu.

Seperti diketahui, dampak dari pemeliaraan tersebut, pasokan daya listrik khusus Kota Cimahi-KBB mengalami defisit daya hingga 22 MegaWatt (MW). Akibatnya, pemadaman bergilir pun terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi terjaadinya pemadaman total atau black out.

Baca Juga : PLN Cimahi: Pelanggan Didominasi Rumang Tangga, Pendapatan Mayoritas dari Industri

"Kita tidak tahu sampai kapan (pemadaman bergilir). Tergantung seberapa cepat perbaikan. Jadi, untuk sekarang, masih akan melakukan pemadaman," tegas Supervisi Teknok PLN Area Cimahi, Ari Bhayangkara saat ditemui di PLN Area Cimahi, Jalan Amir Mahmud, Jum'at (12/10/2018).

Dia menjelaskan, untuk defisit daya siang ini saja, sudah mencapai 22 MW. Kemungkikan, malamnya akan lebih tinggi mengingat beban pemakaian pun lebih tinggi di malam hari.

Baca Juga : Konsumsi Listrik Cimahi-KBB Capai 10.300 MW/Bulan

Dengan demikian, Ari memastikan hari ini pun akan ada pemadaman bergilir. Tapi, ia belum bisa memastikan daerah mana yang akan terkena dampak. Sebab, akan menyesuaikan dengan beban penyuling di wilayah Cimahi-KBB.

"Tapi kita usahakan padamnya hanya 2-3 jam diusahakan. Kita juga usahakan daerah yang kemarin padam, tidak padam lagi," ujarnya.

Baca Juga : Klaim Capaian Target Pelanggan dari PLN Area Cimahi

Atas kondisi yang terjadi saat ini, pihaknya pun meminta masyarakat memakluminya. Selain itu, jika daerahnya tengah terdampak pemadaman, ia menghimbau untuk menggunakan lampu darurat dan meminimalisir penggunaan lilin.

"Kalau mau pakai lilin, penyimpanannya jauh dari barang mudah terbakar," imbuh Ari.

Baca Lainnya