News

LSM Fopdar Usulkan Pejuang Cimahi Diabadikan menjadi Nama Jalan

Limawaktu.id, Kota Cimahi – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Dinamika Abdi Rakyat (Fopdar) yang berdiri sejak tahun 1990 an,  mengusulkan agar para pejuang yang pernah berjasa untuk terbentuknya Kota Cimahi diabadikan menjadi nama jalan.

Hal itu terungkap saat digelarnya Audensi antara LSM Fopdar bersama dengan Pemkot Cimahi yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, Kamis, 26 Juni 2025.

Para pengurus Fopdar yang melakukan audensi diantaranya Glen M Bakry, H. Usman Rachman, H. Dedi Mulyadi, Al Hilal, Bubun Munawar,  dan Ruswan Rusnandar.

Sekretaris Fopdar Usman Rachman mengungkapkan, Fopdar mengusulkan agar nama Wali Kota Kota Administratif pertama Soedarna Tresna  Manggala yang juga mantan Wakil GUbernur Jawa Barat bidang Ekonomi dan Pembangunan untuk diabadikan menjadi nama jalan di Jati Serut Kelurahan Cibabat Kecamatan Cimahi Utara, karena kontribusinya sangat besar bagi perjuangan pendirian Kota Cimahi.

“Pak Soedarna ini yang memberikan informasi dan motivasi bagi masyarakat Kota Cimahi jika Kotif Cimahi saat itu bisa ditingkatkan menjadi kota mandiri. Pak Soedarna juga ikut memberkan bantuan baik secara moril maupun materil bagi perjuangan pendirian Kota Cimahi,” ungkap Usman, didepan Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira.

Menurut Usman, nama Ketua Sekretariat Bersama (Sekber) Cimahi Otonom almarhum Dann Suganda juga diusulkan oleh Fopdar untuk diabadikan sebagai nama jalan di Jalan Lurah saat ini, karena peran yang sangat besar dari almarhum Dann Suganda dalam perjuangan Kota Cimahi.

“Kami juga mengusulkan untuk pembuatan literasi dalam bentuk buku tentang sejarah dan perjuangan CImahi dari Kotif menjadi kota otonom,” katanya.

Hal lainnya, jelas Usman, adalah terkait dengan penataan wilayah, pemberian beasiswa untuk anak para pejuang pendirian Kota Cimahi serta memohon agar rumah Direktur Fopdar almarhum Ade Abdul Fatah yang ambruk agar dibantu untuk diperbaiki oleh Pemkot Cimahi.

“Pada Audensi ini kami diterima dengan sangat baik oleh Wakil Wali Kota Cimahi  dan mendapatkan respon positif untuk menindaklanjuti apa yang menjadi usulan Fopdar,” jelasnya.

Dikatakan Usman, Adhitia Yudisthira sebagai Wakil Wali Kota Cimahi sendiri memiliki peran yang sama, meskipun posisinya sebagai wakil wali kota, tetapi tidak menjadi ban serep, artinya posisi kepala daerah yang kolektif kolegial berjalan dengan baik di Kota Cimahi.

Menanggapi beberapa usulan dari LSM Fopdar tersebut, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengatakan, dirinya merasa bahagia mendapatkan tugas dari Wali Kota Cimahi Ngatiyana untuk menerima Audensi dari LSM Fopdar.

“Mudah-mudahan ini menjadi masukan dari para tokoh pendirian Kota Cimahi untuk lebih mengetahui Cimahi masa kini, masa lalu dan masa depan. Pembangunan Kota Cimahi kedepanpun tidak boleh lepas dari unsur sejarah pendirian Kota Cimahi dan masukan para tokoh, juga tadi ada masukan soal literatur  baku tentang sejarah Kota Cimahi,  ” kata Adhitia.

Sementara itu, salah seorang anak almarhum mantan Wakil Gubernur Jawa Barat Soedarna TM Dadan Sulaksana mengaku sangat berterimakasih atas pengusulan nama ayahnya Soedarna TM untuk dijadikan nama salah satu jalan di Kota Cimahi.

“Saat saya masih kecil,  ayah sebagai Wakil Gubernur, beliau bercerita kalau Kotif Cimahi akan menjadi kota dan alhamdulillah bisa terealisasi,” papar Dadan.

Dia melanjutkan ayahnya, Soedarna TM juga ikut memberikan kontribusinya bagi perjuangan para  sesepuh Cimahi untuk melakukan perubahan status Kotif Cimahi menjadi kota yang mandiri.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Fopdar dan Pemerintah Kota Cimahi jika nantinya nama ayah saya diabadikan menjadi nama jalan di Kota Cimahi,” pungkasnya.

  

 

    

 

Baca Lainnya

Radio Limawaktu Klik untuk memutar