Limawaktu.id - Selain faktor penyempitan sungai, sedimentasi atau pendangkalan juga disebut menjadi salah satu penyebab kerap terjadinya banjir di wilayah Melong, Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.
Namun, sedimentasi yang terjadi di aliran sungai di Kota Cimahi khususnya di wilayah Melong bukan hanya pendangkalan ilimiah dari tanah. Tetapi diduga ada pendangkalan karena Limbah Batu Bara.
Kepala Seksi Drainase pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Sambas Subagja mengatakan, selama ini memang pihaknya belum melakukan kajian khusus soal limbah batu bara pada aliran sungai. Namun dari ciri-ciri fisiknya, diduga memang ada limbah batu bara yang menyebabkan pendangkalan di aliran sungai di wilayah Melong.
"Kita menduga ini kaya batu bara. (Tapi) harus ada pembuktian lebih lanjut. Kan beda sedimen tanah dengan pasir," kata Sambas saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Kamis (26/12/2019).
Ia menjelaskan, hal itu diketahui ketika pihaknya melakukan normalisasi atau pengerukan sungai di wilayah Melong menggunakan alat berat. Normalisasi dilakukan dua kali dalam setahun, termasuk memasuki musim penghujan.
Dari hasil pengerukan itu, terang Sambas, ada perbedaan antara sedimentasi alamiah dari tanah dengan yang diduga akibat limbah batu bara. Menurutnya, limbah batu bara lebih cepat menyebabkan terjadinya pendangkalan dibandingkan tanah biasa.
"Pernah dikeruk pas selesai yang di awal titik dikeruknya udah agak penuh lagi. Kalau pendangkalan alamiah gak akan secepat itu," terangnya.
Begitupun dari ciri-ciri fisiknya. Menurut Sambas, ada perbedaan antara hasil pengerukan alamiah dengan limbah batu bara. "SOP kita sedimen di ke pinggir dulu dibiarkan, udah agak kering diangkut. Begitu ke darat lama-lama putih. Kita menduga itu limbah batu-bara," jelasnya.
Lebih jauh Sambas mengatakan, pendangkalan sungai termasuk diakibatkan limbah batu bara itu menjadi salah satu penyebab banjir. Sebab, sungai lebih cepat meluap.
"Kemudian aliran itu lambat karena kan dia dangkal. Begitu dikeruk aliran lebih cepat. Itu mempengaruhi kecepatan surutnya air," pungkasnya.
Sekedar informasi, di Kota Cimahi khususnya di wilayah selatan memang ada sejumlah perusahaan besar yang menggunakan batu bara sebagai salah satu bahan produksi.